Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kasus Perbudakan Modern di Inggris Naik Lebih dari Sepertiga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2019 01:27 1:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2019 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jumlah korban potensial perdagangan manusia dan perbudakan modern yang dilaporkan ke pihak berwenang naik 36% dalam kurun setahun, menurut data National Crime Agency di Inggris.

Tahun lalu, ada 6.993 korban potensial yang masuk dalam sistem pemerintah, naik dari 5.142 di tahun 2017 dan 3.804 di tahun 2016.

Namun, Human Trafficking Foundation mengatakan kepada Victoria Derbyshire Pragramme bahwa sistem itu gagal memberikan sokongan jangka panjang bagi para korban, lansir BBC Sabtu (16/3/2019).

Korban potensial dilaporkan ke National Referral Mechanism (NRM), sistem yang dirancang pemerintah untuk mengidentifikasi dan memberikan sokongan kepada korban, serta memungkinkan penuntutan kasus perdagangan manusia mejadi lebih mudah.

Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan bahwa sistem itu memastikan ribuan orang mendapatkan sokongan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Begitu seorang korban menandatangani formulir dan mendaftar di NRM, Kementerian Dalam Negeri dan UK Human Trafficking Centre harus memutuskan apakah orang tersebut termasuk kategori korban perbudakan dalam kurun 45 hari. Begitu tercatat dalam sistem NRM, orang tersebut berhak mendapatkan bantuan hukum, akomodasi, perlindungan dan sokongan.

Tamara Barnett dari Human Trafficking Foundation mengatakan banyak penyintas yang dipulangkan ke rumah, atau “melayang, kembali ke keterpurukan sebelumnya.”

“kami mendengar dari petugas-petugas kepolisian yang mendaftarkan orang berkali-kali ke NRM, karena setiap kali mereka meninggalkan NRM mereka akan kembali ke keadaan sebelumnya, kembali diperjual-belikan, dan polisi mengidentifikasinya lagi.”

“NRM tidak berfungsi untuk jangka waktu lama,” kata Bennett.

Sementara itu, Local Government Association merilis data dari National Crime Agency (NCA) yang menunjukkan terduga korban naik dari 131 di tahun 2013 menjadi 1.306 di tahun 2018.

Data tersebut menunjukkan kenaikan 66% tahun lalu saja, dari 789 di tahun 2017, sehingga pemerintah-pemerintah daerah mengalami tekanan finansial.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Fans Menggugat 2 Pria yang Mengaku Korban Pencabulan Michael Jackson
Tulisan selanjutnya Pelaku Penembakan di Utrecht Ditangkap, Motif Diduga Perselisihan Keluarga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?