Hidayatullah.com—Pemerintah Malaysia sebagai anggota masyarakat internasional akan terus memainkan peran penting untuk berkontribusi mengurangi penderitaan minoritas Islam Rohingya di Myanmar.
Demikian menurut Menteri Luar Malaysia, Anifah Aman, yang turut mendorong anggota masyarakat internasional supaya ikut membantu dan mengurangi penderitaan yang ditanggung etnis Muslim Rohingya.
“Malaysia dan negara lain yang berbagi kekhawatiran tentang isu Rohingya sudah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada saudara Muslim Rohingya,” katanya dalam jamuan makan malam Konferensi Internasional Tentang Rohingya 2017 dikutip Kantor Berita Bernama, Rabu (15/03/2017).
Belum lama ini Malaysia berkontribusi senilai U$ 3,2 juta dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan proyek rehabilitasi sosial di Rakhine, serta misi kemanusiaan ‘Food Flotilla for Myanmar’ pada Februari tahun ini, katanya.
Dia juga percaya usaha masyarakat internasional yang mendesak dan mendorong pemerintah Myanmar untuk mengurangi penderitaan masyarakat Rohingya sudah mulai membuahkan hasil.
“Dilaporkan militer Myanmar sudah menghentikan operasi keamanan mereka di Rakhine dan menghentikan tindakan keras empat bulan mereka atas kaum Rohingya,” katanya.
Anifah mengatakan Malaysia dari dulu menekankan aspek kemanusiaan serta keprihatinan terhadap penderitaan Rohingya yang timbul dari tindakan nekad banyak dibandingkan mereka yang sanggup menghadapi bahaya untuk memasuki Malaysia.
Baca: Sejarah Ringkas Kekerasan terhadap Etnis Muslim Rohingya di Myanmar
Menurutnya, pergerakan pengungsi ke Malaysia tetap menjadi isu yang harus segera ditangani.
Bulan Februari lalu, sebanyak 149,496 dari mereka terdaftar di Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) di Malaysia termasuk 56,458 kaum Rohingya dan sisanya warga Myanmar.
“Meskipun bukan anggota Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967, Malaysia secara konsisten memberikan bantuan kepada Rohingya atas dasar kemanusiaan dan belas kasihan,” katanya.*