Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Sejarah Ringkas Kekerasan terhadap Etnis Muslim Rohingya di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2016 10:53 10:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2016 10:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Baru-baru ini laman Wall Street Journal – Amerika  mengeluarkan sebuah artikel laporan yang mengkaji konflik lama antara pemerintah Yangon dan umat Islam Rohingya, yang kini ditolak kewarganegaraannya di negara tersebut.

Berikut adalah sejarah singkat warga Rohingya:

Abad kedelapan: Masyarakat Rohingya yang berasal dari Asia Selatan menetap di negara yang merdeka di Arakan, yang kini dikenal sebagai negera bagian Rakhine di zaman modern Myanmar.

Abad kesembilan sampai abad ke-14: Masyarakat Rohingya menerima kedatangan Islam melalui pedagang Arab. Hubungan erat telah terjalin antara Arakan dan Bengal.

1784: Raja Burma, Raja Bodawpaya menaklukan Arakan dan ratusan ribuan pengungsi melarikan diri ke Bengal.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

1790: Hiram Cox, seorang diplomat Inggris dikirim untuk membantu pengungsi, Kota Kazan di Bangladesh dibangun dan dikembangkan, di mana banyak etnis Rohingya masih hidup sampai hari ini.

Heru Susetyo: Muslim Rohingya Sudah Ada Sebelum Myanmar Ada

1824-1942: Inggris menawan Burma; yang kini dikenal sebagai Myanmar dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi British India. Para pekerja telah bermigrasi ke Burma dari tempat lain di British India untuk proyek-proyek infrastruktur.
1942: Jepang menyerang Burma, mendorong Inggris keluar. Dengan pengunduran pihak Inggris, nasionalis Burma menyerang masyarakat Islam yang disangka mendapat banyak keuntungan dari penjajahan Inggris.

minoritas-etnis-rohingya-menderita1a
Lebih dari 200.000 etnis Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh

1945: Inggris membebaskan Burma dari penjajahan Jepang dengan bantuan nasionalis Burma yang dipimpin oleh Aung San dan pejuang etnis Rohingya. Tapi etnis Rohingya merasa dikhianati karena Inggris tidak memenuhi janji otonomi bagi Arakan.

1948: Ketegangan meningkat antara pemerintah baru Burma dan Rohingya, yang kebanyakan ingin Arakan bergabung mayoritas Islam Pakistan. Pemerintah membalas dengan memboikot masyarakat Rohingya, termasuk menghapus wujud mereka dalam sektor Pegawai Negeri Sipil (PNS).

1950: Beberapa individu dalam masyarakat Rohingya menentang pemerintah yang dipimpin oleh kelompok bersenjata disebut mujahid. Namun pemberontakan reda secara bertahap.

1962: Jeneral Ne Win dan Partai Sosialis Burma merebut kekuasaan dan mempraktikkan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

1977: Lebih dari 200.000 etnis Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

1982: Sebuah undang-undang imigrasi baru didefinisikan ulang. Orang-orang yang berhijrah saat pemerintahan Inggris dianggap sebagai imigran ilegal. Pemerintah menetapkan perintah undang-undang ini pada semua masyarakat etnis Rohingya.

1989: Tentara mengubah nama Burma menjadi Myanmar.

Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis Rohingya di Rakhine Dibakar

1991: Lebih dari 250.000 pengungsi dari etnis Rohingya melarikan diri, dipaksa menjadi buruh, wanitanya diperkosa di tangan militer Myanmar.

1992-1997: Sekitar 230.000 etnis Rohingya kembali ke Arakan, yang kini dikenal sebagai Rakhine, di bawah perjanjian repatriasi.

2012: Kerusuhan antara etnis Muslim Rohingya dan Buddha Rakhine telah menelan  100 nyawa, kebanyakan etnis Muslim Rohingya. Puluhan ribu orang telah didorong ke Bangladesh. Hampir 150.000 orang dipaksa ke kamp-kamp di Rakhine.

2016: Kelompok  Harakah al-Yaqin menyerang pondok penjaga perbatasan, membunuh sembilan prajurit Myanmar. Tentara bereaksi. Lebih dari 25.000 orang kembali melarikan diri Rakhine ke Bangladesh. Angka pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran rumah-rumah warga Rakhinr meningkat tak terkira. Namun pemerintah Aung San Suu Kyi mengabaikan atas kekejaman ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArakanBuddhaetnis RohingyaKekerasan terhadap Muslim Rohingyamiliter Myanmarmyanmarpembakaran rumahpemerintah YangonpemerkosaanRakhineSejarah Rohingyaumat Islam Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bangsa Rum dan Fenomena Politik Amerika
Tulisan selanjutnya Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo Ajak Dunia Bantu Anak Aleppo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?