Hidayatullah.com—Amerika Serikat menghapus organisasi Mujahidin e-Khalq (MEK) dari daftar terorisnya, lansir Euronews (21/9/2012).
Kelompok MEK dulu mendukung penggulingan para pemimpin spiritual Iran dan berperang bersama pasukan Saddam Hussein pada perang Iraq-Iran tahun 1980an.
Sejak Presiden Saddam Hussein ditumbangkan lewat invasi militer Amerika Serikat tahun 2003, dan Washington mendudukkan para tokoh Syiah Iraq dalam pemerintahan, MEK tidak lagi mendapat tempat di hati penguasa di Baghdad.
MEK dimasukkan dalam organisasi teroris oleh Amerika Serikat sejak tahun 1997. Kelompok itu mengecam kekerasan yang terjadi di masa lampau dan berupaya dihapuskan namanya dari daftar teroris buatan Gedung Putih.
Bekerjasama dengan intelijen AS
Dilansir BBC (22/9/2012), rekomendasi rahasi penghapusan MEK dari daftar teroris AS itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Hillary Clinton kepada Kongres.
Seorang jurubicara Deplu AS belum mengkonfirmasi apa isi pendapatnya, namun Kongres menyambut baik keputusan itu.
“Saya tidak dalam posisi untuk mengkonfirmasi isinya karena ini rahasia, tetapi kami mengatisipasi untuk dapat memberikan pernyataan publik mengenai itu sebelum 1 Oktober,” kata Victoria Nuland.
“MEK sejak lama meninggalkan kekerasan dan dalam beberapa tahun terakhir, telah aktif bekerja sama dengan agen intelejen AS untuk mendapatkan informasi dan aktivitas di dalam negeri Iran,” kata anggota Kongres dari Partai Republik Ted Poe, anggota komite kantor hubungan luar negeri yang memimpin dukungan bagi MEK dalam pernyataannya.
Anggota parlemen lain, Dana Rohrabacher, juga mengatakan, “Saya sangat gembira mengetahui bahwa departemen luar negeri telah setuju untuk mencabut Mujahidin, atau MEK, dari daftar organisasi teroris internasional. MEK merupakan warga Iran yang menginginkan (kehidupan) sekular, perdamaian dan pemerintah demokratik.”
Inggris telah mencoret kelompok ini dari daftar teroris pada 2008 , kemudian disusul oleh Uni Eropa pada 2009 lalu.*