Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Perketat Syarat Mendapatkan Visa Kerja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2017 09:32 9:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2017 09:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Australia akan memberlakukan persyaratan yang lebih ketat bagi orang asing untuk mendapatkan visa kerja di negaranya.

Program visa 457 digunakan terutama untuk mendatangkan orang asing pekerja di restoran, industri medis dan teknologi informasi, yang kebanyakan berasal dari India, Inggris dan China.

Namun, hari Selasa (18/4/2017) Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan program itu akan dihapus guna memberikan prioritas lapangan kerja kepada orang-orang Australia sendiri.

Para pengkritik 457 mengatakan pekerja Australia selama ini kehilangan kesempatan kerja gara-gara program visa tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagai gantinya, dua program visa sementara akan diberlakukan dengan tambahan persyaratan dan jenis pekerjaannya semakin sedikit.

“Sistem yang baru akan diberlakukan secara jelas, ketat dan tegas sejalan dengan kepentingan nasional,” kata Turnbul seperti dikutip BBC.

Berdasarkan visa 457, orang asing dapat bekerja dan tinggal di Australia dengan mengajak anggota keluarga dekatnya. Visa itu berlaku selama 4 tahun.

Awalnya 457 dirancang untuk mengisi kekosongan dari tenaga kerja trampil. Namun, kemudian dikritik karena dianggap terlalu mudah diakses.

Pada tahun 2016, jenis visa itu paling banyak diberikan kepada orang asing yang bekerja sebagai tukang masak, pengembang, programmer dan pekerja medis.

Data pemerintah menunjukkan, tahun lalu terdapat 95.758 orang asing tinggal di Australia dengan menggunakan visa 457. Proporsi terbesar datang dari India (24,6%), Inggris (19,5%) dan China (5,8%).

Menurut PM Turnbull masa berlaku 4 tahun dalam program visa 457 akan diganti menjadi dua jenis, yaitu berlaku dua tahun atau empat tahun. Lebih dari 200 jenis pekerjaan akan dicoret dari 650 yang ada sekarang ini.

Daftar pekerjaan untuk masa visa lebih lama lebih sedikit lagi, kata Menteri Keimigrasian Peter Dutton.

Peraturan baru akan mengharuskan pemohon visa memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang lebih tinggi, menjalani pemeriksaan kriminal dan menjalani tes pasar tenaga kerja.

Pemegang visa 457 saat ini tidak akan terdampak perubahan yang terhadapt pada ketentuan baru, kata Turnbull.

Menteri Dutton mengatakan program visa 457 saat ini, karena sifatnya yang open-ended, dalam banyak kasus justru menarik minat orang asing untuk bermigrasi ke Australia. Dengan peraturan baru diharapkan orang akan bekerja dan tinggal sementara waktu saja di Australia, sesuai visanya dua atau empat tahun, dan tidak akan berubah menjadi pemukim tetap.

James Veale, seorang manajer di sebuah perusahaan berteknologi tinggi, berkata, “Menurut saya terlebih dahulu PM Turnbull perlu meninjau mahasiswa-mahasiswa yang menjadi sopir taksi, mempelajari perekonomian dalam negerinya dan perawatan manula, sebelum dia menyasar seribu orang pemohon visa 457 yang menciptakan kesempatan nyata dan mendatangkan uang bagi Australia. Banyak dari mahasiswa-mahasiswa itu, setelah menjadi warganegara, tetap menjadi sopir taksi, bukan profesi berketrampilan dan bergaji tinggi seperti yang dijanjikan visa mahasiswanya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adian Husaini: Di Luar Prediksi, Kemenangan Anies-Sandi Pertolongan Allah
Tulisan selanjutnya Mencari Pekerjaan Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?