Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika dan Uni Eropa akan Bahas Pelarangan Laptop dan Tablet di Pesawat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2017 17:53 5:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2017 17:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pejabat Amerika Serikat dan Uni Eropa akan membahas kemungkinan perluasan larangan yang diberlakukan pemerintah AS atas laptop dan tablet di dalam kabin pesawat saat mereka bertemu di Brussels pekan depan.

Wacana itu mengemuka setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memperluas ke Eropa larangan yang berlaku saat ini dalam penerbangan dari delapan negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Larangan itu diberlakukan karena ada ketakutan bom disembunyikan dalam perangkat-perangkat elektronik.

Seorang jubir Uni Eropa mengatakan keputusan mengenai hal itu belum dibuat, lapor BBC hari Jumat (12/5/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“UE mengundang AS datang ke Brussels pekan depan untuk pembicaraan di tingkat politik dan pakar … untuk menimbang potensi resiko dan mengkaji kebijakan-kebijakan yang akan diambil di masa mendatang,” kata jubir itu.

Dia menambahkan bahwa dalam pembicaraan lewat telepon, Komisioner Transportasi UE Violeta Bulc sudah menyoroti perihal “potensi resiko sebagai akibat dari penempatan perangkat elektronik dalam jumlah banyak di [bagasi] pesawat.”

Bulan Maret, AS melarang perangkat berukuran “lebih besar dari ponsel pintar” dibawa ke ruang kabin dalam penerbangan asal Turki, Maroko, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi dan Kuwait. Pada saat yang sama, Inggris mengeluarkan kebijakan serupa terhadap penerbangan asal enam negara.

Hari Kamis (11/5/2017), Menteri Keamanan Dalam Negeri AS John Kelly menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi dari perusahaan-perusahaan penerbangan AS.

Pihak maskapai menolak berkomentar perihal pertemuan itu, tetapi salah satu pejabat yang dikutip Reuters mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan larangan itu diperluas segera.

Sejumlah regulator di Uni Eropa sudah memberikan peringatan bahwa larangan itu sendiri bisa jadi justru membahayakan keselamatan, yaitu dengan ditempatkannya perangkat elektronik dalam bagasi pesawat selama penerbangan jarak jauh. Mereka mengatakan bahwa keberadaan begitu banyak baterai lithium-ion di bagasi akan meningkatkan resiko kebakaran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syafii Maarif Tegaskan Putusan Hakim atas Ahok Harus Dihormati
Tulisan selanjutnya Rukun dengan Etnis Tionghoa, Aktivis Aksi Bela Islam Bersihkan Lilin Bekas Demo Ahokers

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?