Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Milisi Bersenjata Syiah Dibayar Lebih Banyak daripada Profesor-Profesor di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Mei 2017 06:21 6:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Mei 2017 06:21
Bagikan
Milisi Syiah Hashd Al-Sha'abi atau Popular Mobilisation Forces
Bagikan

Hidayatullah.com–Di dalam situasi Iraq yang memburuk  serta runtuhnya masyarakat dan peraturan hukum, laporan-laporan menunjukkan bahwa secara luas ekstrimis Syiah yang tidak berpendidikan dibayar lebih tinggi daripada profesor-profesor universitas.

Upah bulanan yang dihasilkan oleh kelompok bersenjata Syiah (disebutnya sebagai jihadis yang dikenal dengan Hashd Al-Sha’abi dalam bahasa Arab), yang bertempur di bawah dukungan Popular Mobilisation Forces (PMF) telah menjaga dominasi milisi-milisi di sepanjang Iraq  dan kemampuannya untuk menarik anggota baru dengan upah lebih tinggi daripada yang bisa mereka terima di manapun yang lebih banyak menuntut pekerjaan secara intelektual.

Seorang pejabat Iraq, yang namanya tidak ingin dipublikasikan mengatakan pada Al-Araby Al-Jadeed, mengatakan upah bulanan para milisi telah meningkat menjadi 1,162,000 dinar Iraq (sekitar 1000 dollar). Jumlah tersebut lebih tinggi daripada yang diterima sarjana, menyebabkan banyak orang mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri dan terjadinya brain drain (imigrasi orang-orang terpelajar dari sebuah negara) di Iraq.

Jatuhnya Baghdad memulai Zaman Batu Iraq

Pemerintah Iraq, yang secara resmi mengakui PMF sebagai cabang dari angkatan bersenjata bersama dengan angkatan darat, laut dan udara, diketahui menunda pembayaran upah para pekerja sipil dan sektor publik. Malah, Baghdad lebih takut menunda pembayaran upah PMF yang pro-Teheran, seperti yang terjadi pada Februari lalu, insiden-insiden di mana para milisi mencuri dan melakukan perampokan bersenjata.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Iraq sebuah dunia kriminal geng

Hussam Isa, salah satu pemimpin Iraqi Civil Movement di Baghdad, sebuah kelompok aktivis yang berusaha mengembalikan kontrol sipil di negara yang saat ini didominasi oleh milisi-milisi sektarian, mengatakan bahwa sangatlah tidak bisa dibayangkan ketika sarjana berpendidikan mendapat upah lebih rendah daripada milisi-milisi yang tidak berpendidikan.

Baca:  Iran Berharap Milisi Syiah Iraq ikut Bertempur di Suriah

“Terdapat sebuah perasaan bahwa negara ini dijalankan oleh para milisi,” kata Isa, menambahkan bahwa dia percaya pemerintah terpaksa membayar para milisi Syiah dengan upah yang tinggi karena takut pada mereka.

Seorang penceramah di Universitas Baghdad, Ahmad Hassan, secara terang-terangan mengatakan:

“Aku berpikir untuk berhenti mengajar dan membeli sebuah senapan Kalashnikov sebelum mendaftar ke salah satu milisi. Upahku akan lebih tinggi, dan aku tidak khawatir bahwa seseorang akan menyerang atau merampok kami,” katanya dikutip laman middleeastmonitor, Kamis (12/05/2017)

Akademisi itu melanjutkan: “Sangatlah memalukan mengetahui fakta bahwa kami tidak lagi memiliki tempat di negara di mana para sarjana sedang kelaparan, dan orang bodoh dikaruniai dengan upah.”

Baca: Mengenal “ISIS Made In Iran”

Sementara itu, PMF hanya bersikap keras dan mengancam mereka yang berpikir bahwa kelompok tersebut seharusnya tidak menerima upah lebih dari anggota masyarakat lainnya.

“Reaksi terhadap upah Hashd telah dipicu oleh mereka yang memiliki agenda dan tidak menginginkan kebaikan bagi Iraq,” Fadhil Al-Hassani, ulama Syiah dan komandan PMF, mengatakan.

Dia menambahkan: “Kami akan memotong lidah siapapun yang berbicara melawan mereka (milisi Syiah, red), meskipun mereka berada di media atau berbicara dari platform milik kelompok sipil dan sekular.”

Tokoh Syiah itu memuji Hashd dengan mengatakan, “Bisa dikatakan bahwa unit-unit Hashd saat ini merupakan kelas terbaik di masyarakat, dan tidak ada yang menyamai mereka dalam bentuk kebaikan mereka (pada Iraq).”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekstrimis SyiahHashd Al-Sha'abiiraniraqMilisi Bersenjata Syiahmilisi SYiahPMFPopular Mobilisation Forcessuriahsyiahtentara bayaran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Upaya Penangguhan Penahanan untuk Ahok Tetap Ditahan
Tulisan selanjutnya Menyoal Usulan Pembubaran HTI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?