Hidayatullah.com—Pengunjuk rasa berkumpul di berbagai daerah di Brazil, hari Ahad (21/5/2017), guna menyuarakan tuntutan mereka agar Presiden Michel Temer mengundurkan diri, menyusul maraknya korupsi dan ketidakmampuan pemerintahannya dalam mengatasi resesi ekonomi.
Demonstrasi berlangsung di berbagai kota, termasuk kota-kota besar seperti Sao Paolo dan Rio de Janeiro, di mana kerumunan massa berjalan menyusuri pesisir pantai, meneriakkan dan mengusung spanduk bertuliskan “Temer Keluar!”
Akan tetapi, unjuk rasa akhir pekan kemarin masih tergolong kecil dibanding demonstrasi tahun 2016 yang mendesak pendahulu Temer, Dilma Rousseff, meletakkan jabatannya.
Pekan lalu, rakyat Brazil dikejutkan dengan bocoran rekaman yang menunjukkan Temer merestui pembayaran uang tutup mulut ke seorang anggota parlemen yang dipenjara karena kasus korupsi, yang juga melibatkan puluhan politisi dan pejabat pemerintah tiga tahun silam.
Hari Sabtu (20/5/2017), Temer berusaha meyakinkan rakyat Brazil dengan membantah keras bahwa dirinya merestui suap tersebut atau melakukan kejahatan lainnya.
Dia justru menuding Joeslay Batista, ketua perusahaan pengemasan daging terbesar di Brazil, JBS SA, memanipulasi rekaman pembicaraan dengan Temer. Isi rekaman itu menjadi materi utama permohonan kesepakatan antara jaksa penuntut dan bos-bos JBS terkait tuduhan pembayaran ilegal kepada para politisi termasuk Presiden Temer dan dua pendahulunya. [Baca kasus terkait JBS ►Brazil ekspor daging busuk ke berbagai belahan dunia]
Sabtu malam, asosisiasi pengacara Brazil OAB mengatakan akan ikut serta dalam pengajuan mosi pemakzulan Temer di Kongres. OAB beralasan bahwa rekaman tersebut, jika terbukti asli, menunjukkan penyimpangan kewajiban presiden yang seharus menjunjung hukum, lapor Reuters.*