Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bahrain, Arab Saudi, UEA dan Mesir Putuskan Hubungan dengan Qatar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2017 16:13 4:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Juni 2017 15:21
Bagikan
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika, Riyadh
Bagikan

Hidayatullah.com–Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar memperburuk keretakan hubungan antara Doha dengan negara-negara Teluk.

Dikutip laporan Al-Arabiya, keempat negara itu turut menutup pintu perbatasan masing-masing dan mengarahkan warga Qatar untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu dua minggu (14 hari).

Langkah drastis itu diambil setelah perselisihan sehubungan dukungan Qatar ke atas Ikhwanul Muslimin kelompok gerakan Islam tertua di dunia dan menuduh Doha mendukung agenda musuh mereka, Iran.

Kantor berita resmi Arab Saudi melaporkan negara itu mengambil tindakan tersebut karena “ingin memastikan hak kedaulatannya dijamin oleh hukum internasional dan perlindungan keamanan negara dari bahaya terorisme dan ekstremisme”.

Kantor berita Mesir mengklaim Qatar terlibat dalam memberi dukungan kepada kelompok Ikhwanul Muslimin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Satu pernyataan dari kantor berita Bahrain pula memetik sekutu dekat Arab Saudi itu turut mengambil tindakan yang sama, dengan rakyat Bahrain diberi waktu 14 hari untuk meninggalkan Qatar.

Turut mengambil tindakan sama adalah Uni Emirat Arab (UEA) yang memberikan tempoh 48 jam diplomat mereka untuk meninggalkan Qatar.

Aksi Arab Saudi dan tiga sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dilihat pengamat politik sebagai sesuatu yang sudah bisa diperkirakan.

Baca:  100 Juta Dollar Kembali Digelontorkan Qatar Untuk Gaza

Ini karena krisis yang terjadi antara negara-negara teluk Arab ini sudah dimulai sejak tahun 2012, demikian pandangan analis politik Prof. Dr Kamaruzzaman Yusoff dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Isu dimulai ketika terjadinya Kebangkitan Arab atau Arab Spring di mana Qatar mengambil sikap berbeda dengan Negara Teluk lain.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, mengambil sikap tetap berhubungan  dengan Iran,dan melindungi kelompok yang  ‘tidak dikehendaki’ Arab Saudi dan Negara Arab lain seperti gerakan Ikhwanul Muslimin, Hamas, dan Hizbullah.

Qatar bahkan dituduh membantu pemerintah Mesir yang ketika itu dipimpin Muhamad Mursi, selain memberikan kebebasan sepenuhnya kepada lembaga media seperti Aljazeera, yang menyebabkan penyebaran informasi sehingga jatuhnya beberapa pemerintah di Asia Barat. Termasuk bagaimana negara ini melindungi Syeikh Dr Yusuf al Qaradhawi.

Namun perseteruan antara keempat negara ini dengan Qatar mencapai puncaknya setelah Qatar News Agency (QNA) dikatakan telah dibajak oleh pihak tertentu, yang menyebabkan keluarnya beberapa pernyataan yang berbaur kontroversi dan hoax.

“Hacker membobol Qatar News Agency (QNA) dan QNA dikatakan melaporkan pemimpin utama Qatar membuat pernyataan yang menyebabkan pergeseran lebih besar terutama dengan Arab Saudi.

Baca:  Abu Dhabi Panggil Dubes Qatar Soal Yusuf Al-Qaradhaw

Sebelumnya, pada 24 Mei 2017, dalam sebuah tulisan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dilaporkan berpidato dalam sebuah upacara militer, menyebutkan bahwa Iran adalah “kekuatan besar” dan mengatakan hubungan Qatar dengan Israel “baik”.

Namun pernyataan yang juga dikutip dalam news-ticker siaran stasiun televisi Qatar ini dinilai tidak jelas sumbernya.

“Diantaranya pernyataan terkait kepemimpinan Trump di Amerika Serikat selain mempermasalahkan kampanye Arab Saudi untuk menyingkirkan Iran dari kekuatan lain di Asia Barat,” kata Pro. Kamaruzzaman dikutip sebuah media Malaysia.

Selain itu menurut Kamaruzzaman, Qatar selama dianggap sebagai duri dalam daging bagi wilayah Teluk  karena frekuensinya mengambil langkah kurang populer, dan  menimbulkan rasa kurang senang Arab Saudi.

Akibat pemutusan hubungan diplomatik Qatar oleh Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab berdampak luas. Qatar akhirnya didepak dari koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang terlibat perang di Yaman.

Sejauh ini, Qatar belum mengeluarkan pernyataan kritik sehubungan tindakan empat negara itu.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibahrainEmir Qatarhubungan diplomatikIkhwanul MusliminKrisis Diplomasi QatarNegara telukRaja Salman Abdul AzizTamim Hamad al-ThaniUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum Pemuda Muhammadiyah: Ada Upaya Busuk dengan Menuduh Amien Rais Korupsi
Tulisan selanjutnya Kabar Gembira Buat yang Suka Berbuat Kebaikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?