Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bapak Reunifikasi Jerman Helmut Kohl Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juni 2017 07:34 7:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juni 2017 07:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan Kanselir Jerman Helmut Kohl, yang juga dikenal sebagai arsitek reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur pada tahun 1990, telah meninggal dunia dalam usia 87 tahun. Demikian diumumkan hari Jumat (16/6/2017) oleh Partai Uni Demokrat Kristen (CDU), tempatnya bernaung sebagai politisi.

Koran Jerman paling laris, Bild, mengabarkan bahwa Kohl wafat pada hari Jumat pagi pukul 09:15 di tempat tidur di rumahnya di Ludwigshafen, bagian barat Jerman. Istri keduanya, Maike Kohl-Richter, mendampingi masa-masa terakhir mentor politik Kanselir Angela Merkel itu.

Dia (Kohl) “benar-benar mengubah jalan hidup saya” dengan menyatukan kembali Jerman,” kata Angela Merkel, yang dibesarkan di Jerman Timur. Merkel pertama kali menduduki posisi menteri saat Helmut Kohl menjabat kanselir.

“Dia berdiri tegar, teguh dengan mimpi dan cita-citanya mewujudkan sebuah Jerman bersatu meskipun orang-orang lain meragukannya,” kata Merkel dalam pernyataan yang disiarkan di televisi dari Roma, Italia, seperti dilansir Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Helmut Kohl adalah pemimpin Jerman yang terlama menduduki jabatan kanselir setelah era Perang Dunia II, dari tahun 1982 sampai 1998. Dia juga termasuk orang yang mendorong diwujudkannya mata uang euro, merayu politisi-politisi Jerman yang skeptis agar mau mengganti deutschemark, simbol kemakmuran ekonomi Jerman di era 1950-an dan 1960-an, dengan euro.

Kohl, seorang politisi konservatif, membuktikan dirinya dapat bekerja sama dengan politisi sosialis Presiden Prancis Francois Mitterand untuk mengintegrasikan Eropa dalam wadah Uni Eropa.

Komitmen Kohl untuk merekatkan Jerman dengan Eropa, lewat penggantian deutschemark ke euro, berhasil meredam kekhawatiran para pemimpin negara tetangga seperti Mitterand (Prancis), Margareth Thatcher (Inggris) dan Mikhail Gorbachev (Uni Soviet) akan reunifikasi Jerman yang ditakutkan menjadi kekuatan baru di kawasan Eropa.

Tidak lama setelah masa jabatannya berakhir, reputasi Kohl sempat tercoreng dengan skandal keuangan di CDU, yang sekarang dipimpin Merkel. Sampai kematiannya, Kohl menolak menyebutkan siapa saja donatur yang menyumbang ke partai politiknya itu, dengan alasan dia sudah berjanji kepada mereka untuk tidak mengungkapkannya.

Atas jasanya dalam perwujudan kerja sama antar negara Eropa Kohl, bersama dengan bekas kepala Komisi Eropa Jaques Delors dan Jean Monnet salah satu pendiri proyek Eropa itu, menjadi tiga-tiganya orang yang diberikan status khusus Warga Kehormatan Eropa.

“Pembuat Jerman bersatu dan persahabatan Jerman-Prancis: Helmut Kohl, kita kehilangan satu orang besar Eropa,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron lewat Twiter, dengan menyertai foto jabat tangan Mitterand dan Kohl di monumen pertempuran PD I di Verdun.

PM Inggris Theresa May memberikan penghormatan kepada Kohl dengan menyebutnya sebagai “seorang besar dalam sejarah Eropa” dan “Bapak Jerman Modern”.

Dari Rusia, Presiden Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Merkel atas kepergian guru politiknya itu, dengan mengatakan bahwa Kohl “akan dikenang di Rusia sebagai pendukung kuat hubungan persahabatan di antara negara kita.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korupsi Malaysia: Uang 1MDB Dipakai Beli Perhiasan Istri PM Najib Razak
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq: Keberadaan Saya di Luar Negeri Bentuk Perlawanan atas Ketidakadilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?