Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rezim al-Sisi Tangkap Muslim Uighur atas Permintaan China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2017 20:00 8:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2017 19:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Suasana panik di kalangan komunitas muslim Uyghur (Uighur) di Kairo tercetus sejak pemerintah Mesir melakukan penangkapan besar-besaran terhadap siswa dalam penggerebekan di rumah, sekolah, universitas dan masjid, menyusul desakan Pemerintah China.

“Mereka tidak lagi memeriksa visa, sebaliknya melakukan terus menangkap dan kami tidak tahu di mana mereka berada sekarang,” kata seorang pria Uighur.

Gambar penggeledahan dan penangkapan mulai melayang dalam situs-situs sosial sejak Rabu lalu, dengan laporan menyatakan otoritas rezim menangkap mereka bahkan memiliki visa, serta yang wisatawan Uighur di Alexandria.

Baca: Muslim China di Uighur Dilarang Pakai Jenggot 

Sementara itu, siswa Islam Uighur yang dilaporkan bersembunyi di rumah, dikepung polisi Mesir. Dimengerti, ada antara mereka ditangkap di Universitas Al-Azhar, di mana kebanyakan siswa Uighur itu belajar bahasa Arab dan Islam.

“Kebanyakan yang ditangkap adalah pria muda. Tapi, saya juga menerima informasi ada gadis yang turut ditangkap, “kata Sumaya, seorang muslim etnis Uighur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serbuan dan tangkapan itu dilakukan setelah pemerintah China memerintahkan semua siswa etnis Uighur yang berada di luar negeri pulang ke negara Tembok Besar sebelum 20 Mei lalu, sebagai bagian dari tindakan pemerintah untuk membatasi kegiatan politik.

Wakil Pemerintah China juga dilaporkan berada di area komunitas Uighur di Kairo, mengarahkan siswa yang ada di masjid dan sekolah supaya pulang ke China.

Baca: Otoritas China Berusaha Halangi Muslim Uighur Puasa Ramadhan

Human Right Watch (HRW) mendesak pemerintah Mesir menyatakan di mana semua individu yang ditangkap ditempatkan dan tidak mengirim mereka pulang ke China, di mana mereka akan menghadapi penganiayaan dan siksaan.

HRW juga percaya puluhan individu telah ditangkap dan bakal dikirim pulang ke China. Komunitas Uighur mengatakan deportasi akan mengakibatkan mereka dipenjara.

Anggota komunitas lain yang meninggalkan Mesir karena takut ditangkap dilaporkan sering hilang ketika mereka tiba di China.

“Beberapa teman kami yang pulang ke China tiba-tiba hilang. Kami tidak tahu apa yang terjadi kepada mereka. Ini tidak aman untuk kami pulang, “kata seorang lagi etnis Uighur, Maryam dikutip laman middleeastmonitor.com hari Jumat.

Kairo menjadi fokus ribuan etnis Uighur yang melarikan diri dari tindakan keras komunis China, termasuk pelarangan bebas agama, di kota dan desa. Kebanyakan mereka datang untuk belajar bahasa Arab, termasuk di Universitas Al-Azhar.

Baca: China Larang Muslim Xinjiang Beribadah Puasa

Untuk memastikan siswa itu pulang, pemerintah China juga melakukan intimidasi untuk memenjarakan keluarga mereka. Namun, beberapa siswa yang meninggalkan Mesir tidak pulang karena khawatir dianiaya dan disiksa.

Pemerintah Komunis China meningkatkan penindasan terhadap umat Islam etnis Uighur, khususnya di wilayah Xinjiang, termasuk menetapkan beberapa larangan seperti berpuasa pada bulan Ramadhan dan merawat jenggot.

Sedangkan wanita diblokir memakai hijab, sementara anak-anak berumur di bawah 18 tahun dilarang mengamalkan ajaran agama mereka dan pemerintah akan mengenakan denda yang berat kepada keluarga anak-anak yang belajar al-Quran dan berpuasa.

Pada saat sama, penduduk Xinjiang yang dikenal sebagai ‘Turkestan Timur’ hanya dibenar memiliki sebilah pisau di rumah mereka yang harus didaftarkan.

Kamera  CCTV dipasang di dalam dan luar masjid dan rencana juga dibuat untuk mewajibkan pemasangan GPS pada kendaraan penduduk.

Jika keluarga atau individu yang ditangkap belajar Arab dan al-Quran, mereka akan dipenjara dan harus membayar hingga US $ 15.000 untuk keluar dari penjara.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHRWHuman Right WatchKongres Uighur SeduniaMuslim ChinaMuslim UighurMuslim UyghurPemerintah MesirProvinsi Xinjiangrezim Al-SisiUniversitas Al-Azharxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fanatisme: Akar Perbedaan Berujung Perpecahan
Tulisan selanjutnya Muktamar I, PULDAPII Berharap Iklan Rokok Dilarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?