Hidayatullah.com–Lembaga Al Azhar Mesir mengecam keras pembunuhan dan tindakan brutal terhadap Muslim Rohingya di Myanmar, yang dinilai melanggar ajaran semua agama.
Al Azhar mengajukan sebuah pernyataan pada hari ahad kepada masyarakat internasional untuk mengakhiri praktik keji ini dan menekankan perlunya menghentikan pertumpahan darah di Myanmar untuk kepentingan perdamaian dunia, tulis laman egyptindependent.com.
Al Azhar menilai pembunuhan minoritas Muslim Rohingya di Myanmar bertentangan dengan ajaran agama apapun di muka bumi ini.
Dalam statemennya, Al Azhar menyerukan supaya publik internasional bertindak nyata mengakhiri pembunuhan terhadap etnis Muslim Rohingya dan mencegah berlanjutnya pertumpahan darah di Myanmar.
Sebagaimana diketahui, sejak hari Jumat hingga hari ini, militer Myanmar dan aktivis radikal menyerang minoritas etnis Rohingya di Rakhine yang telah menewaskan lebih 100 orang dan membakar sejumlah perkampungan Muslim.
Baca: Myanmar Alami Krisis HAM, Harus Segera Akui Muslim Rohingya
Pihak iliter dikabarkan telah membakar habis seluruh desa Haindafara dimana etnis Rohingya mengalami kelaparan selama 3 hari di daerah pinggiran, daerah perbukitan yang sangat membutuhkan bantuan medis dan hadirnya relawan kemanusiaan.
Selain itu, desa-desa lain seperti; Di Fuktufarang, Kyangdaung, Tangana, Naraing Chaung, di Kota Buthidaung juga dikabarkan telah terbakar habis, mengakibatkan perpindahan ribuan penduduk desa.
Sejumlah aktivis pembela Rohingnya dikutip Aljazeera mengatakan, jumlah korban tewas lebih besar daripada yang disebutkan pemerintah kepada media. Mereka menjelaskan, korban tewas sesuai dengan catatannya mencapai 800 minoritas Muslim, termasuk puluhan perempuan dan anak-anak.*