Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Akan Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil Rawan Banjir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2017 19:16 7:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2017 19:16
Bagikan
Penderitaan pengungsi Rohingya
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari ‘kekerasan sistematis’ di Myanmar akan ditempatkan di sebuah pulau terpencil di Teluk Benggala, yang sering dilanda banjir setiap tahun.

Pemerintah Bangladesh meminta dukungan internasional untuk merelokasi etnis Rohingya ke pulau tersebut karena negara miskin ini mengaku sedang menghadapi krisis, sedang, Dhaka sudah tak mungkin bisa menampung mereka karena jumlah imigran asal Rohingya yang mendapat dianiaya di Myanmar yang kini berada di kamp di Cox’s Bazar, perbatasan Bangladesh-Myanmar, sudah mencapai 400 ribu orang.

Lebih dari 300.000 etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak serangan dan ‘operasi pembersihan’ pada 25 Agustus 2017. Hampir semua pengungsi kini telah tinggal di distrik Cox’s Bazar, dekat perbatasan Myanmar, yang dikontrol PBB.

Meningkatnya jumlah pengungsi memaksa pihak berwenang Bangladesh untuk menemukan lahan untuk membangun lebih banyak kamp, ​​termasuk pulau Thengar Char yang tidak berpenghuni yang disebut Bhasan Char – meskipun ada pertentangan dari para pemimpin Rohingya dan pejabat PBB.

Pulau Bhasan Char, terletak di muara Sungai Meghna, berjarak 1 jam perjalanan perahu dari Sandwip dan 2 jam dari Hatiya, salah satu pulau terbesar di Bangladesh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Muslim Arakan Hadapi Kesulitan Baru di Bangladesh

Pihak berwenang pertama kali mengusulkan untuk memindahkan pengungsi Rohingya ke tempat itu tahun 2015 saat kamp-kamp di Cox’s Bazar dipenuhi oleh pendatang baru.

Namun rencana itu tertunda tahun lalu di tengah laporan bahwa pulau berlumpur, yang baru muncul dari laut pada tahun 2006, tidak dapat digunakan karena banjir pasang surut.

Pemerintah mencoba untuk menemukan ruang baru untuk pengungsi Rohingya, termasuk mendirikan sebuah kamp seluas 2.000 acre (800 hektar) baru di dekat Cox’s Bazar, yang dekat dengan perbatasan Myanmar, yang akan menampung sekitar 250.000 orang Rohingya.

Keluarga Rohingya mencapai perbatasan Bangladesh setelah berjuang menyebrangi Sungai Naf, perbatasan dengan Myanmmar, di daerah Teknaf pada 5 September 2017 [AP]
Seorang pejabat polisi di wilayah itu mengatakan pulau Bhasan Char yang digunakan oleh para nelayan dan petani yang ingin memelihara hewan mereka, terkena banjir pasang surut sekali atau dua kali setahun.

“Saya rasa pulau itu perlu dikembangkan sebelum ia bisa dihuni,” kata pejabat itu, seperti yang dilansir SBS News pada 12 September 2017.

Perdana Menteri Sheikh Hasina mengunjungi lokasi konstruksi pada hari Selasa.

Namun ada kekhawatiran yang mungkin tidak cukup untuk menampung semua pengungsi.

Baca:  Pilu Pengungsi Rohingya: Diburu di Dalam Negeri, Ditolak Negara Tetangga

Menteri Luar Negeri Bangladesh A.H Mahmood Ali, meminta bantuan internasional untuk membantu mengangkut Rohingya ke pulau Bhashan Char saat pertemuan dengan diplomat dan pejabat PBB.

Tetapi para pemimpin Rohingya tetap menentang gerakan itu, sementara seorang pejabat badan PBB memperingatkan bahwa setiap usaha untuk transfer paksa akan “sangat rumit dan mengundang kontroversi”.

 

Baca: UNHCR Khawatir Kondisi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Pembantu Perdana Menteri Hasina, yang menolak disebutkan namanya, menyatakan Bangladesh berhak memutuskan penempatan dan melindungi pengungsi yang terus bertambah.

“Masih banyak tempat tinggal lain seperti orang-orang Bangladesh. Ini negara kami, dan kami putuskan sendiri,” ucap dia dikutip Reuters.

Leonard Doyle, juru bicara Organisasi Migrasi Internasional, mengatakan gagasan memindahkan pengungsi Rohingya  ke pulau itu telah dibicarakan bertahun-tahun. Namun dia belum mendengar kabar terbaru beberapa hari ini.

Rohingya, minoritas minoritas Muslim, telah melakukan siksaan sejak beberapa dekade di Myanmar dimana mereka dianggap sebagai imigran ilegal, meski telah tinggal di sana selama beberapa generasi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshbanjirBhasan CharCox's Bazaretnis RohingyaKekerasan Rohingyamuslim RohingyamyanmarPengungsi RohingyaPulau TerpencilPulau Thengar CharSungai MeghnaTeluk Benggala
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Jerman Memburu Pemegang Visa Nikah Palsu
Tulisan selanjutnya Pengacara Heran, Kepolisian Terlihat Sangat Gigih Menahan Alfian Tanjung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?