Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dubes Saudi untuk Turki: Saudi telah Membantu Rohingya Selama 70 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2017 13:34 1:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2017 13:34
Bagikan
Samuel Shropshire, Presiden di Suara Muslim untuk Rekonsiliasi dan Perdamaian (MVPR) bersama pelajar sekolah Rohingya di Jeddah
Bagikan

Hidayatullah.com–Duta Besar Saudi untuk Turki Waleed Al-Khereiji mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi (KSA) telah berdiri di sisi Muslim Rohingya selama 70 tahun di tingkat internasional, dan dengan memberikan bantuan dan sumbangan. Demikian laporan Arab News belum lama ini.

Pernyataan duta besar tersebut, yang dikeluarkan oleh surat kabar Turki Daily Sabah, mengatakan bahwa pemerintahan Raja Salman telah memberi banyak perhatian pada perlindungan hak asasi manusia, baik di tingkat internasional maupun regional.

Pemimpin Saudi tersebut dinilai telah mengambil inisiatif untuk bergabung dengan berbagai organisasi dan konvensi hak asasi manusia internasional yang menyerukan untuk mengakhiri diskriminasi dan penganiayaan sejak 1997.

Baca: 170 Ribu Warga Rohingya Dapat Izin Tinggal di Saudi

Mengenai krisis Rohingya, duta besar juga mengatakan: “Saudi telah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu umat Islam Myanmar dalam tragedi kemanusiaan ini. Itu semua tentang tindakan, dan bukan kata-kata. Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa telah melakukan lebih banyak usaha untuk orang Rohingya daripada Saudi selama 70 tahun terakhir, karena sejarah menjadi saksi bahwa Saudi adalah salah satu negara pertama yang mendukung kasus Rohingya di tingkat internasional dan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB.”

“Saudi juga telah mengecam pemerintah Myanmar karena telah menyangkal kewarganegaraan komunitas Rohingya sejak 1982, dan menyebut mereka sebagai imigran ilegal. Dengan demikian, komunitaa Rohingya telah dibatasi kebebasan mereka untuk bergerak dan hak-hak asasi mereka yang paling sederhana, termasuk layanan makanan dan perawatan kesehatan. Saudi juga telah memberikan sumbangan sebesar $ 50 juta untuk minoritas Muslim, melalui program rehabilitasi dan edukasi kesehatan, dan mulai menerima pengungsi pada tahun 1948. Saat ini, ada 300.000 orang Rohingya di Saudi. ”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menambahkan: “Sausi telah mengeluarkan banyak pernyataan yang mengutuk kekerasan terhadap orang-orang Rohingya, termasuk pemerkosaan, pembunuhan, pengusiran paksa, penganiayaan dan kampanye pembersihan etnis. Saudi juga telah menghubungi sekretaris jenderal PBB dan krisis Rohingya telah menjadi isu internasional dan oleh karena itu, Myanmar menghadapi kecaman internasional atas krisis Rohingya. Sebagai pemimpin dunia Islam, Saudi akan melanjutkan semua usaha dan kontak untuk mencari solusinya. ”

Sejarah Muslim Rohingya tinggal di Saudi

Beberapa tahun yang lalu, Muslim Rohingya, melarikan diri dari persekusi yang dilakukan pemerintah mereka sendiri, beremigrasi ke Makkah dari Rakhine di barat Myanmar dalam sebuah perjalanan yang berlangsung sekitar dua tahun. PBB mengklasifikasikan Rohingya sebagai orang yang paling teraniaya di dunia.

Baca: Kisah Jamaah Haji Myanmar dan Indonesia Sama-sama Doakan Rohingya

Dalam konteks ini, direktur Pusat Media Rohingya, Saleh Abdul Shakur, menyatakan bahwa Muslim Rohingya adalah kaum minoritas berjumlah sekitar 1 juta orang yang tinggal di barat Myanmar. Mereka telah dilucuti kewarganegaraannya oleh pemerintahnya dan mengalami penindasan selama 70 tahun terakhir karena satu alasan saja – menjadi Muslim.

Abdul Shakur mengatakan kepada Alarabiya.net bahwa penganiayaan yang terus menerus mendorong Muslim Rohingya untuk melarikan diri ke Arab Saudi. Setibanya di sana, almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz menawarkan status kependudukan khusus, dan sejak saat itu, “masyarakat Myanmar telah mendapatkan di Saudi perhatian dan kasih sayang yang tidak mereka dapatkan di negara asalnya.”

Abdul Shakur menambahkan bahwa empat tahun yang lalu, sebuah program khusus diluncurkan untuk merevisi kondisi masyarakat Rohingya, dan mereka diberi izin tinggal gratis selama empat tahun yang memberi hak kepada mereka untuk mendapatkan pendidikan dan perawatan kesehatan gratis, serta pekerjaan. Program yang diimplementasikan oleh gubernur Makkah dan menawarkan penyelesaian untuk lebih dari 250.000 orang Rohingya, diklasifikasikan oleh Komisaris Urusan Pengungsi PBB sebagai program kemanusiaan terbesar.

Abdul Shakur berpendapat bahwa Saudi adalah pendukung terbesar kasus Rohingya di dunia.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiburmadubes saudietnis Musllim MyanmarKerajaan Arab SaudiKSAmyanmarpelajar RohingyaRaja SalmanRohingyaTurkiWaleed Al-Khereiji
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Halimah Diangkat Sumpah Jadi Presiden Singapura Hari Kamis
Tulisan selanjutnya Pengalaman Bagi Hewan Qurban di Pedalaman, Disambut Gembira Pendeta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?