Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki, Rusia dan Iran Adakan Pertemuan sebelum Perundingan Keenam Bahas Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 September 2017 15:09 3:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 September 2017 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Delegasi Turki, Rusia dan Iran mengadakan pertemuan teknis sebelum perundingan keenam Suriah yang akan diselenggarakan pada hari Kamis-Jumat,  (14-15 September 2017) di Astana, ibu kota Kazakhstan.

Delegasi Turki dipimpin, Deputi Sekretaris Kementerian Luar Negeri, Sedat Önal. Kepala delegasi Rusia diwakili Perwakilan Khusus Rusia Vladimir Putin Alexander Lavrentiev, dan Wakil Menteri Luar Negeri Hussein Cabiri Ensari sebagai kepala delegasi Iran.

Salah satu pembicaraan adalah ada keputusan untuk mendirikan zona de-eskalasi,  dan larangan kegiatan militer di sana termasuk penerbangan pesawat terbang diberlakukan pada tanggal 6 Mei.

Perjanjian tersebut berlaku selama enam bulan dan dapat diperpanjang secara otomatis selama enam bulan berikutnya.

Baca: Pembicaraan Damai Perang Suriah di Kazakhstan

Unit-unit kebijakan militer Rusia memastikan ketenangan di tiga tempat dari empat zona de-eskalasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mei lalu, ketiga Negara ini –Rusia, Turki dan Iran– sepakat dengan usul Rusia yang diajukan hari Kamis (04/05/2017) untuk memberlakukan “zona-zona de-eskalasi” di Suriah guna mengakhiri perang yang telah berlangsung enam tahun itu.

Zona-zona “de-eskalasi” di Suriah,  sebagian besar dikuasai pejuang oposisi Suriah, berupa kawasan-kawasan  yang mencakup empat kawasan di Suriah yang dikuasai milisi yang tidak punya kaitan dengan ISIS dan kawasan yang akan tertutup bagi pesawat-pesawat terbang koalisi pimpinan Amerika.

Baca: Turki-Rusia Sepakat Gencatan Senjata Nasional di Suriah

Zona de-eskalasi juga dikenal sebagai zona aman, berlokasi di Suriah selatan,  dekat perbatasan Israel dan Yordania.

Kesepakatan yang dibuat Rusia, Turki dan Iran ini  dinilai akan menjadi yang pertama untuk memungkinkan pemantau asing bersenjata di tanah Suriah. Sebelumnya, AS dan Israel menentang kebijakan ketiga negara ini.

Pertemuan kunci, yang juga akan dihadiri oleh perwakilan rezim Bashar al Assad dan  akan dimulai setelah konsultasi teknis tertutup selesai.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AstanairanKazakhstanPerang SuriahPerundingan AstanarusiasuriahTurkizona de-eskalasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah Kristen di Adelaide Himbau Orang Tua Tolak Perkawinan Homo
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Mengatakan Punya Peran Besar Berantas Penderitaan Rakyat Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?