Hidayatullah.com–Universitas Oxford kemarin menurunkan potret mantan mahasiswanya, yang sekarang menjadi pemimpin defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi menyusul kritik keras terhadapnya terkait ketidakmampuan mengatasi pembersihan etnis Muslim Rohingya.
Dilansir AFP, Sabtu (30/09/2017), foto Suu Kyi dipajang di pintu masuk utama St Hugh’s College. Lukisan potret Suu Kyi kini sudah disimpan di gudang penyimpanan sejak Kamis (28/09/2017) dan digantikan dengan lukisan dari pelukis asal Jepang Yoshihiro Takada.
“Kami menerima gambar baru awal bulan ini yang akan dipamerkan di pintu utama untuk jangka waktu tertentu.
“Potret Suu Kyi dipindahkan ke lokasi yang aman,” kata perguruan tinggi tersebut dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip AFP.
Baca: Amnesti Internasional: Aung San Suu Kyi Hanya Membenamkan Kepalanya di Pasir
Universitas tersebut tidak menjelaskan dengan lugas apakah pemindahan foto itu terkait dengan krisis yang terjadi terhadap etnis Rohingya.
Lukisan wajah Aung San Suu Kyi yang dipajang itu merupakan milik mendiang suaminya yang juga lulusan Oxford Michael Aris. Lukisan potret Suu Kyi itu telah diwariskan ke almamaternya setelah kematian Aris pada 1999.
Selain Suu Kyi, Perdana Menteri Inggris Theresa May juga merupakan alumni St Hugh’s.
Baca: Pengakuan Etnis Rohingya: “Pergilah atau Kami Bunuh Anda Semua!
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu pernah belajar di perguruan tinggi tersebut dalam bidang filsafat, politik dan ekonomi pada tahun 1967 sebelum akhirnya lulus pada tahun 1968.
Kekerasan di Rakhine dimulai saat para gerilyawan Rohingya dituduh menyerang pos polisi pada 25 Agustus 2015. Namun militer kemudian membalas dalam sebuah ‘operasi militer’ dan menyebabkan banyak etnis Muslim Rohingya terbunuh dan hampir setengah juta melarikan diri ke Bangladesh.
Sebelumnya, pejabat Komisi HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein di Jenewa mengatakan, “Situasi (Rohingya) seperti contoh buku teks tentang pembersihan etnik“.*