Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akibat Isu Rohingya: Universitas Oxford Copot Gambar San Suu Kyi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2017 16:16 4:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2017 16:16
Bagikan
Universitas Oxfort copot gambar Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com–Universitas Oxford kemarin menurunkan potret mantan mahasiswanya,  yang sekarang menjadi pemimpin defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi menyusul kritik keras terhadapnya terkait ketidakmampuan mengatasi pembersihan etnis Muslim Rohingya.

Dilansir AFP, Sabtu (30/09/2017), foto Suu Kyi dipajang di pintu masuk utama St Hugh’s College. Lukisan potret Suu Kyi kini sudah disimpan di gudang penyimpanan sejak Kamis (28/09/2017) dan digantikan dengan lukisan dari pelukis asal Jepang Yoshihiro Takada.

“Kami menerima gambar baru awal bulan ini yang akan dipamerkan di pintu utama untuk jangka waktu tertentu.

“Potret Suu Kyi dipindahkan ke lokasi yang aman,” kata perguruan tinggi tersebut dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip AFP.

Baca: Amnesti Internasional: Aung San Suu Kyi Hanya Membenamkan Kepalanya di Pasir

Universitas tersebut tidak menjelaskan dengan lugas apakah pemindahan foto itu terkait dengan krisis yang terjadi terhadap etnis Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lukisan wajah Aung San Suu Kyi yang dipajang itu merupakan milik mendiang suaminya yang juga lulusan Oxford Michael Aris. Lukisan potret Suu Kyi itu telah diwariskan ke almamaternya setelah kematian Aris pada 1999.

Selain Suu Kyi, Perdana Menteri Inggris Theresa May juga merupakan alumni St Hugh’s.

Baca: Pengakuan Etnis Rohingya: “Pergilah atau Kami Bunuh Anda Semua!

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu pernah belajar di perguruan tinggi tersebut dalam bidang filsafat, politik dan ekonomi pada tahun 1967 sebelum akhirnya lulus pada tahun 1968.

Kekerasan di Rakhine dimulai saat para gerilyawan Rohingya dituduh menyerang pos polisi pada 25 Agustus 2015. Namun militer kemudian membalas dalam sebuah ‘operasi militer’ dan menyebabkan banyak etnis Muslim Rohingya terbunuh dan hampir setengah juta melarikan diri ke Bangladesh.

Sebelumnya, pejabat Komisi HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein di Jenewa mengatakan, “Situasi (Rohingya) seperti contoh buku teks tentang pembersihan etnik“.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak Yatim Rohingyaetnis Muslim RohingyaMiliter BurmaMuslim Arakanmuslim RohingyamyanmarOKIOperasi Pembersihan etnisPBBpembakaranpembersihan etnispenyelidik hak asasi manusiaRakhineRohingyaSan Suu Kyisenjata militer Myanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iraq Berencana Rebut Perbatasan Kurdistan, Embargo Udara Dimulai
Tulisan selanjutnya Turki hari Sabtu Buka Akademi Akademi Militer Asing Terbesarnya di Somalia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?