Hidayatullah.com— Pasukan pemerintah Iraq berhasil mengambil alih kendali distrik terakhir di provinsi kaya minyak Kirkuk dari tangan petempur Peshmerga Kurdi setelah pertempuran tiga jam, kata sumber keamanan dikutip Reuters.
Ddilansir Aljazeera, Sabtu (21/10/2017), tentara Iraq mengatakan berhasil merebut kota terakhir, Altun Kupri, dekat Erbil, dengan bantuan paramiliter Syiah pada Sabtu awal setelah pertempuran tiga jam.
Peshmerga mengirim bala bantuan untuk melawan tentara dan milisi sekutu mereka di garis depan utara Kirkuk. Sementara pasukan Iraq berusaha untuk mendorong Peshmerga lebih jauh menuju Erbil, ib ukota regional Kurdi.
Pertempuran berlanjut di sekitar Altun Kupri, sekitar 40 km barat laut Kirkuk, di jalan Erbil-Kirkuk. Perdana Menteri Iraq Haidar al-Abadi memerintahkan tentara untuk tidak memasuki batas kota Erbil, untuk melindungi warga sipil dan harta benda mereka.
Kurdi mengambil posisi baru tiga hari setelah mereka menarik diri dari Kirkuk menyusul dorongan dramatis dari tentara pemerintah, dibantu oleh milisi Hashd al-Shaabi, atau Syiah.
Para pemimpin Kurdi memperkirakan sekitar 100 ribu orang melarikan diri dari daerah tersebut sejak operasi dimulai. Seorang tentara Peshmerga Ibrahim Mirza mengatakan banyak korban di antara pasukan Kurdi. “Ya, mereka menyerang Altun Kupri dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya, jujur, saya mendesak pasukan koalisi untuk datang dan membantu kita,” katanya.
Baca: Erdogan Ancam Beri Sanksi Ekonomi Menyeluruh pada Kurdi Iraq
Banyak Peshmerga mengatakan mereka dikhianati oleh pemerintah Iraq di Baghdad, beberapa orang Kurdi, dan masyarakat internasional. Komandan divisi ke-10 Peshmerga,Nazm Harkimengatakan Peshmerga biasa melawan ISIS dan semua orang memuji Peshmerga karena berani bertarung untuk dunia. Tapi sekarang mereka menyerang Peshmerga.
“Seperti yang saya lihat, semua orang membelakangi kita,” kata komandan tersebut.
Referendum bulan lalu tentang pemisahan diri dipandang sebagai jeratan terakhir bagi Pemerintah Iraq dan negara-negara tetangga yang menentang kemerdekaan Kurdi.
Abadi mengatakan harapan Kurdi untuk sebuah negara merdeka berasal dari masa lalu. Sejak pemerintah pusat memulai operasinya di daerah yang disengketakan, pasukannya telah menguasai sebagian wilayah tanpa benturan dari Peshmerga yang menarik diri.
Peshmerga merebut Kirkuk, pusat minyak kedua Iraq, pada pertengahan 2014 saat tentara Iraq mengundurkan diri dari petempuran dengan kelompok ISIS.
Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan siap menutup kapan saja perbatasan di Kirkuk pasca keputusan Pemerintah Daerah Kudi (KRG) yang memaksa diri melakukan referendum yang dinilai tidak sah pada 25 September 2017.
Erdoğan, yang melakukan kunjungan resmi ke Polandia pada 17 Oktober, menanggapi pertanyaan dari anggota pers di pesawatnya yang kembali ke Turki.
“Kami telah menutup wilayah udara ke KRG. Negosiasi mengenai apa yang harus dilakukan di lapangan juga berlanjut, jika mereka memberikan perbatasan kepada pemerintah pusat, kami akan memenuhi persyaratan untuk memenuhi kebutuhan komunitas KRG dari Baghdad Kami belum menutup gerbang perbatasan, tapi ini bisa terjadi kapan saja, ” ujar Erdogan dikutip TRTWorld.
Erdogan juga menekankan bahwa kelompok milisi Hashd Al-Shaabi –organisasi bersenjata payung militer Iraq yang didominasi milisi Syiah– telah diberitahu bahwa dia telah menguasai wilayah Sincar dan Mahmur.
Pasukan Iraq yang menguasai Sincar telah mengepung milisi Peshmerga, miliki bersenjata Kurdi dari Barat. Pasukan Iraq, yang menggelar ‘Operation Lightning’ (Operasi Petir) pasca referendum Pemerintah Daerah Kurdi (KRG), mengambil alih distrik Sincar, Mahmur, Celavla dan Hanekin setelah bertempur dengan Peshmerga.
Pasukan keamanan Iraq, yang memberikan kontrol di Kirkuk pada hari pertama tanpa perlawanan, merebut distrik Sincar di Mosul, yang sebelumnya berada di tangan Peshmerga dan berusaha untuk membuat sebuah pos pemeriksaan mencegah organisasi teroris PKK.
Pasukan pemerintah pro Hashd al-Shaabi atau juga dikenal Popular Mobilization Forces (PMF) masuk Sincar tanpa perlawanan dari Peshmerga.
Setelah bertahun-tahun, PKK memiliki sebuah kamp di distrik Mahmur dan di dekatnya Celavla diambil dari Peshmerga oleh pasukan keamanan Iraq. Hanekin juga telah dikuasai oleh pasukan Iraq. Hanekin adalah wilayah yang dihuni oleh penduduk Kurdi yang ramai dengan ladang minyak kecil. Ladang minyak Hassan dan Havana di wilayah tersebut juga telah dilaporkan telah dikendalikan pasukan Iraq.*