Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Enam Bulan Jalan Kaki Menuju Palestina Meminta Maaf atas Terbitnya Deklarasi Balfour

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2017 15:53 3:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Oktober 2017 15:32
Bagikan
Lebih 100 aktivis Inggris erjalan kaki enam bulan (174 hari) dari Inggris menuju Baitul Maqdis untuk meminta maaf karena Deklarasi Balfour
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih 100 aktivis Inggris melakukan aksi berjalan kaki selama enam bulan (174 hari) dari Inggris menuju Baitul Maqdis untuk meminta maaf kepada Palestina karena Deklarasi Balfour, deklarasi yang dibuat pemerintah Inggris 100 tahun lalu,  sebagai cikal bakal munculnya Israel.

Para aktivis itu melancarkan kampanye penolakan atas pendudukan Zionis-Israel. Pemerintah Palestina mengancam akan menggunakan pengadilan internasional untuk mengadili Inggris jika mereka bersikeras merayakan kesempatan tersebut dan tidak meminta maaf kepada orang-orang Palestina.

Chris,  peserta aksi,  berjalan ribuan kilometer melintasi 11 negara ke Palestina, menyatakan bahwa mereka menentang pakta yang dirilis Menteri Luar Negeri Arthur James Balfour kepada orang Yahudi seratus tahun itu, lansir Al Arabiya Ahad (29/10/2017).

Elias Dais, anggota Sekretariat Tanah Suci, menjelaskan bagaimana sepanjang tahun mereka mempertemukan kelompok serupa untuk meningkatkan kesadaran akan dampak buruk pendudukan. Penduduk desa dan anak-anak Palestina di wilayah pendudukan menyambut kelompok Inggris dalam tur mereka.

Baca: Begini Cara Inggris Memecah Dunia Arab [1]

Sementara itu, Pemerintah Inggris sendiri sampai saat ini masih terus memperingati dirilisnya Deklarasi Balfour.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Deklarasi Balfour adalah surat tertanggal 2 November 1917 dari Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour kepada pemimpin komunitas Yahudi Inggris, Lord Rothschild untuk dikirimkan kepada Federasi Zionis.

Surat itu menyatakan sikap yang dimufakati oleh Rapat Kabinet Inggris pada 31 Oktober 1917 bahwa pemerintah Inggris mendukung rencana-rencana zionis untuk membuat ‘tanah air’ bagi Yahudi di Palestina, dengan syarat Zionis tidak melakukan hal-hal yang mungkin merugikan hak-hak dari komunitas-komunitas yang ada di sana.

Deklarasi itu membuktikan, Inggris menyetujui berdirinya pemerintahan Yahudi di Palestina dan memberi bantuan dalam pembentukan negara tersebut. Lalu pada 1948, David Ben-Gurion membacakan proklamasi berdirinya negara bangsa Yahudi di Palestina yang diberi nama Israel. Setelah itu, terjadilah “pengusiran” besar-besaran terhadap rakyat palestina dari Tanah Air yang telah menjadi hak mereka selama bertahun-tahun.

Termasuk yang menjadi puncak penjajahan itu, pada tanggal 5 Juni 1967, penjajah Zionis Yahudi merampas Masjidil Aqsha, salah satu masjid  terpenting dalam aqidah tauhid dan warisan umat Islam sedunia.

Kunjungan delegasi Inggris ini sekaligus menjadi pesan kritik kepada pemerintah mereka yang beberapa hari lalu melalui Perdana Menteri Britania Raya dan Ketua Partai Konservatif Theresa May mengungkapkan kebanggaannya atas lahirnya Deklarasi Balfour serta peran negaranya dalam mendirikan negara palsu bernama Israel.

Delegasi itu akan berada di Palestina hingga hari Jum’at mendatang. Selama di Palestina, mereka akan mengunjungi daerah-daerah penting di Palestina, seperti Kota Tua Al-Khalil, Bayt Lahm, Negev, Baitul Maqdis dan Ramallah.

April lalu, sebanyak 220 delegasi dari berbagai negara menandatangani memorandum yang menuntut Inggris meminta maaf atas Deklarasi Balfour.

Baca: Pemerintah Inggris Tolak Minta Maaf pada Palestina Terkait Deklarasi

Para penandatangan petisi dilakukan dalam sebuah konferensi yang digelar di Kairo dari 4-6 April lalu. Konferensi itu dihadiri para pemuka dari negara-negara Arab dan Muslim.

Petisi itu antara lain ditandatangani oleh anggota parlemen, para pelajar, akademisi, wartawan, politikus, pemimpin asosiasi, dokter, insinyur serta penulis dari berbagai negara Arab, Islam dan Barat.

Kampanye yang menuntut permintaan maaf Inggris atas Deklarasi Balfour itu diluncurkan secara resmi di London pada 19 Januari 2017 saat konferensi akademis yang diselenggarakkan oleh Palestinian Return Center.

Kampanye ini ditujukan untuk mengumpulkan satu juta tanda tangan dalam waktu lima tahun yang akan disampaikan kepada pemerintah Inggris agar meminta maaf kepada rakyat Palestina terkait Deklarasi Balfour.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisDavid Ben-GurionDeklarasi BalfourisraelMasjidil Al AqshapalestinaPengusiranpenjajahan PalestinaPerjanjian Sykes-Picot
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Myanmar Tahan Wartawan untuk Media Turki karena Terbangkan Drone
Tulisan selanjutnya GNPF Ulama Tolak Perppu Ormas Jadi UU, Tempuh Jalur Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?