Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diplomat Kanada yang Ditugaskan di Kuba Menggugat Pemerintahnya Sendiri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2019 07:46 7:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Februari 2019 07:46
Bagikan
Gedung Kedutaan Kanada di Havana, Kuba.
Bagikan

Hidayatullah.com—Diplomat-diplomat Kanada yang ditugaskan di Kuba melayangkan gugatan hukum atas pemerintah, mengklaim pemerintah gagal melindungi mereka dan tidak tanggap merespon soal penyakit misterius yang mereka alami saat berada di Kuba.

Penyakit itu, yang diberi nama Havana Syndrome, dialami oleh puluhan diplomat Kanada dan Amerika Serikat yang ditugaskan di Kuba. Sebagian dari mereka mengalami gejala seperti kehilangan memori, gangguan tidur, dan mimisan, setelah mengaku mendengar suara aneh berfrekuensi tinggi.

Gugatan itu, yang dilayangkan pekan ini ke pengadilan federal Toronto, menyebutkan bahwa pemerintah Kanada terlalu lambat bertindak dan tidak memberikan perawatan medis yang mencukupi kepada mereka, setelah para diplomat dan anak-anaknya menjadi target serangan berupa suara aneh pada tahun 2017 yang menimbulkan luka di bagian otak tetapi tidak menimbulkan bekas luka fisik yang nyata.

Paul Miller, pengacara yang mewakili 14 diplomat, pasangan mereka dan anak-anaknya sebagai penggugat, mengatakan bahwa kliennya menuntut ganti rugi C$28 juta, lapor New York Times Kamis (7/2/2019). Menurut surat gugatan nama-nama para penggugat sengaja disamarkan karena sensitifitas pekerjaan mereka.

Bulan lalu, pemerintah Kanada mengumumkan akan menarik setengah dari staf diplomatiknya di Kuba setelah seorang lagi pegawainya mengalami hal serupa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Departemen Luar Negeri AS, sejauh ini 26 orang Amerika mengalami gejala serupa.

Salah satu wanita diplomat Kanada yang ikut menggugat mengatakan bahwa kehidupan keluarganya jungkir balik akibat masalah itu. Dia minta identitasnya disembunyikan karena masih bekerja untuk pemerintah Kanada. Wanita itu mengatakan bahwa ketika ditugaskan di Kuba pada tahun 2017 dia merasa tiba-tiba sakit di bagian kepala, yang awalnya dikira akibat stres. Setelah mendengar perihal diplomat Amerika yang mengalami Havana Syndrome, dia menghubungkan gejala yang dideritanya dengan suara berisik yang pernah didengarnya dari halaman belakang rumah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS: UU Anti Kejahatan Seksual Lebih Penting
Tulisan selanjutnya YBM PLN – IMS Hapus Tato 89 Napi di Nusakambangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?