Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terkait Eksploitasi Seksual Oxfam Berhentikan Stafnya di RD Kongo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 April 2021 15:11 3:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 April 2021 15:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi kemanusiaan asal Inggris Oxfam mengatakan pihaknya memberhentikan dua stafnya di Republik Demokratik Kongo menyusul tuduhan eksploitasi seksual dan perundungan.

Organisasi itu mengatakan pemberhentian itu merupakan bagian dari “investigasi eksternal” yang dilakukan sejak November tahun lalu terhadap sejumlah tuduhan, lansir BBC Jumat (2/4/2021).

Pernyataan Oxfam tersebut menyusul laporan yang dimuat koran Times yang menyebutkan bahwa whistleblowers merasa frustasi karena lamanya waktu yang diperlukan untuk menuntaskan penyelidikan tersebut.

Oxfam sebelum ini tersandung skandal berkaitan dengan para pekerja kemanusiaannya di Haiti pada 2018. Organisasi itu dituduh menutup-nutupi perilaku sejumlah stafnya yang berpesta seks dengan mengundang beberapa pelacur, yang sebagian dikabarkan di bawah umur. Staf Oxfam di Haiti tersebut bertugas menyalurkan bantuan menyusul gempa besar 2010 yang memporak-porandakan negara miskin itu.

Organisasi amal itu belum lama ini baru diperkenankan kembali mengajukan dana bantuan pemerintah, lapor Times.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Koran itu mengatakan sebuah surat setebal 10 halaman yang ditandatangani oleh lebih dari 20 staf dan bekas staf Oxfam telah dikirimkan ke pengurus pusat organisasi itu pada bulan Februari.

Surat itu menuding 11 orang yang bekerja untuk Oxfam terlibat eksploitasi seksual, perundungan, penipuan dan manipulasi, dan mengatakan bahwa orang-orang yang berusaha mengungkap masalah itu (whistleblowers) diancam nyawanya.

Sebagian kasus yang dilaporkan terjadi pada atau sejak 2015, dan surat itu mengatakan mereka yang menandatangani surat itu sudah kehilangan kepercayaan terhadap Oxfam.

Menanggapi masalah di RD Kongo, Oxfam mengatakan akan bekerja keras untuk menuntaskan penyelidikan kasus-kasus yang ada.

Dalam informasi yang ditulis di websitenya, Oxfam mengatakan sudah aktif di RD Kongi sejak 1961, dan saat ini sedang menggarap program pengadaan air bersih, sanitasi dan bantuan makanan darurat kepada sekitar 700.000 orang Kongo yang kehilangan tempat tinggal, pengungsi dan warga lokal di sekitar kamp pengungsian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Oxfam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mari Bergembira Menyambut Ramadhan
Tulisan selanjutnya Jangan Lupakan Terwujudnya NKRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?