Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rumah Gedheg, Minimnya Air Bersih sampai Maut Menjemput [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 November 2017 15:17 3:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 November 2017 15:17
Bagikan
[Ilustrasi] Anak-anak Rohingya di Pengungsian Bangladesh
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Abduh, berjalan tertatih-tatih sambil dipapah putra ketiganya, ketika ingin menerima kedatangan kami.

Pria berusia 65 tahun itu tampak kuwalahan untuk sekadar mengangkat kaki. Tak hayal, ia berjalan dengan menyeret kaki secara perlahan, sambil melingkarkan lengan kanan ke pundak anaknya. Sementara tangan sebelahnya lagi, ia gunakan untuk memegang erat-erat bibir pintu sebelah kiri.

Mataku berkaca-kaca melihat pemandangan yang memilukan itu. Terlebih, ketika kami mendapati Abduh cukup kesulitan melewati bibir pintu bagian bawah berupa sebilah bambu yang melintang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tangan kanannya menggenggam erat kaos oblong putranya. Ia terlihat seperti tengah mengumpulkan tenaga sekuat-kuatnya untuk melewati pintu rumah satu-satunya itu.

“It’s OK! No problem,” kata Raihan yang juga etnis Rohingya serta mahir berbahasa Inggris ini kepada kami.

Alhamdulillah, sebelum beranjak dari tempat duduk untuk membantu Abduh. Ternyata, ia lebih dulu berhasil melewati pintu. Sejurus kemudian, kami bertiga pun dipersilakan masuk ke rumah yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu.

Sebelum konflik berdarah terjadi pada 2012 silam, Abduh, sang istri Nurhisah (60 tahun), bersama anak-anaknya tinggal di Aung Mingalar. Sebuah kampung yang maroyitas penduduknya Muslim. Lokasinya berada di wilayah pusat Kota Sittwe.

Baca: Pengungsi Rohingya di Bangladesh Mencapai 604.000

Dari awal percakapan hingga pamitan pulang, Nurhisah dan putra ketiga mereka yang banyak berkisah. Abduh selaku Kepala Keluarga hanya terdiam. Bukan lantaran tak mau angkat suara tapi, ia memang sudah tak mampu berbicara.

Setelah sekian tahun hidup menderita di kamp pengungsian, kesehatan Abduh semakin memburuk, termasuk kesulitan bicara seperti yang dialaminya saat ini. Jangankan ingin berobat, rumah sakit ataupun klinik tak ada satupun yang tampak di kamp pengungsian.

Begitulah sekilas kondisi pengungsi kamp Mor Thi Nyar di Sittwe Township, Rakhine State, Myanmar. Abduh tinggal bersama istri dan sebagian anak-anaknya ‘yang masih tersisa’ di sepetak rumah panggung kira-kira berukuran 4×5 meter.

“Anak kami awalnya ada 12 orang. Kini tinggal 8 orang. 2 meninggal karena sakit. 2 lagi meninggal karena dibunuh junta militer dalam konflik berdarah pada 2012 silam,” jelas Nurhisah, yang duduk di sebelah Abduh sambil menggenggam erat jemari suaminya.

Nurhisah berbicara menggunakan bahasa Rohingya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Raihan kepada kami bertiga.

Baca: Pengakuan Etnis Rohingya: “Pergilah atau Kami Bunuh Anda Semua!”

Pria lajang kelahiran Sittwe 12 Desember 1995 ini juga merupakan pengungsi Rohingya. Konflik berdarah dengan pelaku utama junta militer Myanmar pada 2012 silam, memaksa ia hengkang dari kampungnya di Desa Nazi Quarter, Sittwe City, Rakhine State.

Kini ia tinggal di kamp Thet Kyai Pyin bersama ibu dan empat saudaranya. Sementara, ayahnya sudah meninggal ketika ia masih berusia enam bulan.

Minimnya Air Bersih

Untuk kebutuhan air bersih masih sangat terbatas. Hand pump (pompa air tangan) yang ada saat ini belum mencukupi, sehingga butuh tambahan. Setelah kami ngobrol dengan komite kamp di Mor Thi Nyar, dibutuhkan sekitar 30 pompa air lagi. Ini khusus untuk di kamp Mor Thi Nyar.

Sarana MCK di kamp pengungsian sudah ada. Namun, karena sarana pendukung air bersihnya belum memadai. Sehingga, MCK belum dapat difungsikan secara maksimal bahkan cenderung terbengkalai. Bangunan MCK itu terlihat dibangun di berbagai blok kamp pengungsian. Warna dindingnya serempak, serupa biru laut “ Kebanyakan MCK yang ada dibangun oleh NGO (lembaga kemanusiaan) dari luar,” kata Raihan.

Sarana bantuan MCK di kamp pengungsian sudah ada. Sayang sarana pendukung air bersihnya belum memadai sehingga belum dapat difungsikan

Sementara untuk kondisi perekonomian relatif cukup berjalan. Meskipun mereka hidup dalam keterbatasan karena tidak mendapat izin untuk bebas keluar masuk kamp. Semua barang yang masuk ke kamp dan desa-desa di sekitar kamp adalah distribusi pedagang dari Kota Sittwe yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi kamp pengungsian.

“Ini salah satu yang menjadi penopang utama roda kehidupan di sini. Sehingga, kami dapat bertahan hidup dalam kondisi yang serba terbatas,” jelas Raihan menambahkan.

Pantauan awak hidayatullah.com di lapangan, kamp-kamp pengungsian yang kini ada, lokasinya memang di dalam pedesaan Sittwe Township (Kabupaten Sittwe).

Seperti kamp Mor Thi Nyar berada di desa Mor Thi Nyar. Kamp Thet Kay Pyin berada di desa Thet Kay Pyin. Dan begitu seterusnya. Namun, lebih banyak jumlah desanya (50-an desa) daripada kamp pengungsian (16 titik). Rincian kamp pengungsian yang ada di Sittwe Township yaitu kamp Thet Kay Pyin, Mor Thi Nyar, Basara, Thea Chaung, Dar Paine, Say Thar Mar Gyi. Selain itu, ada 6 kamp Ohn Daw Gyi, 2 kamp Kone Dukka dan 2 kamp Baw Du Pha.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul Maal HidayatullahBangladeshBMHCox's Bazaretnis Muslim Rohingyagenosida Rohingyakamp pengungsian RohingyaKekerasan Rohingyakrisis kemanusiaan Rohingyamadrasah pengungsi RohingyamyanmarPengungsi Rohingyapengungsi Rohingya di BangladeshRohingyawarga Muslim Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Investigasi Hamas: Mossad di Balik Penembakan Mohammad al-Zawari
Tulisan selanjutnya Berkapasitas 800 Kamp Pengungsi Chios Tampung >2.300 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?