Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekitar 6.700 Muslim Rohingya tewas dalam waktu sebulan, kata MSF

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2017 11:52 11:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Desember 2017 11:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sedikitnya 6.700 umat Muslim Rohingya tewas dalam waktu satu bulan setelah maraknya kekerasan di Myanmar pada Agustus lalu, seperti diungkapkan badan sosial Medecins Sans Frontieres, MSF.

Jumlah korban yang didasarkan pada survei terhadap pengungsi di Bangladesh itu jauh lebih tinggi dari angka resmi 400 jiwa yang dikeluarkan oleh pemerintah Myanmar.

MSF mengatakan korban yang mencapai ribuan itu merupakan ‘indikasi terjelas sejauh ini tentang meluasnya kekerasan’ oleh pihak berwenang Myanmar namun militer Myanmar membantah dan menuding kekerasan dilakukan oleh ‘teroris’.

Sejak serangan atas sejumlah pos polisi oleh kelompok militan Rohingya, Agustus lalu, sekitar 647.000 orang Rohingya -berdasarkan perkiraan MSF- mengungsi ke Bangladesh untuk menghindari aksi kekerasan oleh aparat keamanan Myanmar maupun kelompok nasionalis Budha.

Baca: Pengungsi Rohingya Akan Dipulangkan, PBB Justru Cemas

Menurut MSF, temuannya memperlihatkan sedikitnya 9.000 umat Muslim Rohingya tewas di Myanmar dalam periode 25 Agustus hingga 24 September.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dengan perkiraan yang paling konservatif, sedikitnya 6.700 dari korban yang tewas itu diakibatkan kekerasan, termasuk 730 anak-anak berusia di bawah lima tahun,” seperti dalam pernyataan MSF dikutip BBC.

Militer Myanmar menggelar operasi keamanan setelah kelompok gerilyawan Rohingya, ARSA, menyerang lebih dari 30 pos polisi namun membantah mereka membunuh warga sipil, membakar kampung-kampung Rohingya, maupun memperkosa perempauan Rohingya dan dan mencuri harta bendanya.

“Yang kami temukan itu mengejutkan, baik dari sisi jumlah orang yang dilaporkan anggota keluarganya meninggal akibat kekerasan dan juga dari laporan tentang mengerikannya cara korban tewas atau yang luka parah itu,” kata Direktur Medis MSF, Sidney Wong.

Militer Myanmar menggelar operasi keamanan setelah kelompok gerilyawan  Rohingya, ARSA, menyerang pos polisi yang dibalas aksi berlebihan dalam operasi pembersihan etnis.

“Yang kami temukan itu mengejutkan, baik dari sisi jumlah orang yang dilaporkan anggota keluarganya meninggal akibat kekerasan dan juga dari laporan tentang mengerikannya cara korban tewas atau yang luka parah itu,” kata Direktur Medis MSF, Sidney Wong.

Wong menambahkan jumlah yang tewas itu ‘kemungkinan perkiraan yang rendah karena survei tidak melibatkan semua pengungsi yang berada di Bangladesh’.

Baca: Amnesti: Pembersihan Etnis Rohingya adalah ‘Apartheid’

Selain itu survei juga tidak dilakukan atas keluarga Rohingya yang tidak berhasil mengungsi ke luar dari Myanmar.

Umat Muslim Rohingya, yang sebagian besar tinggal di negara bagian Rakhine, tidak pernah diakui sebagai warga negara Myanmar karena dianggap sebagai pendatang gelap dari Bangladesh.

Pemerintah Myanmar juga tidak pernah menyebut mereka sebagai Rohingya namun Muslim Benggali.

Dalam kunjungan Paus Fransiskus akhir November lalu ke Myanmar, dia juga disarankan oleh Uskup Agung Yangon, Kardinal Charles Maung Bo, agar tidak menggunakan kata Rohingya sepanjang lawatannya di negara itu.

Baru setelah berada di Bangladesh -tujuannya setelah Myanmar- Paus menggunakan istilah Rohingya bagi para pengungsi dari negara bagian Rakhine tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmakekerangan rohingyakekerasaMedecins Sans FrontieresMSFMuslimmuslim Rohingyamyanmarpembersihan etnispembunuhanpemerkosaanRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gaza Rencanakan Demo Besar Jutaan Orang Menentang Deklarasi Trump
Tulisan selanjutnya Deklarasi OKI Menyebabkan Perubahan Besar di Berbagai Tempat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?