Hidayatullah.com—Tahun 2017 di Mekosiko hampir 30.000 orang merenggut nyawanya sendiri. Angka itu yang tertinggi sejak Meksiko mulai melakukan pendataan khusus terhadap kasus kematian itu pada 1990-an, kata Menteri Dalam Negeri Meksiko.
Dilansir Deutsche Welle, hari Sabtu (19/1/2018) kementerian mengatakan bahwa pihak berwenang di seluruh penjuru negeri membuka 29.168 kasus pembunuhan. Itu berarti di Meksiko itu terjadi 20,5 kasus bunuh diri per 100.000 penduduknya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2014 angka bunuh diri di Jerman 0,9 per 100.000 orang, menurut data Bank Dunia.
Sebelum ini, angka bunuh diri tertinggi di Meksiko tercatat pada tahun 2011, ketika pemerintah melancarkan perang melawan narkoba. Tahun itu pemerintah mencatat aca 22.409 kasus bunuh diri.
Akan tetapi para pakar agak meragukan kebenaran data terbaru itu, dengan mengatakan bahwa jumlah sebenarnya lebih tinggi.
Analis keamanan Meksiko, Alejandro Hope, mengatakan kepada Associated Press bahwa data pemerintah berdasarkan jumlah kasus yang ditangani pihak berwenang tahun lalu, bukan jumlah korban.
Hope menambahkan, perhitungan pemerintah itu juga tidak memperhatikan bahwa di satu kasus bunuh diri korbannya bisa lebih dari seorang. Dia memperkirakan angka kematian akibat bunuh diri di Meksiko lebih dekat dengan angka 24 per 100.000 penduduk.
Pihak berwenang di Meksiko menuding kartel-kartel narkoba sebagai biang kerok tingginya kasus bunuh diri di negara Amerika Tengah tersebut.
Namun, tidak sedikit rakyat yang menuding Presiden Enrique Pena Nieto sebagai biang keroknya, karena tidak berhasil memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Di bawah pemerintahan Nieto, 43 mahasiswa keguruan hilang di kota Iguala pada tahun 2014, sebuah tragedi yang mengejutkan rakyat seantero Meksiko. Mereka diduga dibunuh, dan dibuang mayatnya di Sungan San Juan. Jasad korban menunjukkan tanda mengalami penyiksaan sebelum dihilangkan nyawanya.*