Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Masukkan Pemimpin Pejuang Perlawanan Palestina Ismail Haniyah dalam Daftar “Teror”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2018 07:30 7:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2018 07:30
Bagikan
Hamas serangan roket
Ismail Haniyah saat menjadi khatib Jumat di Kam Pengungsi Bureij, Jalur Gaza, 5 Juli 2013
Bagikan

Hidayatullah.com–Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) hari Rabu memasukkan pemimpin kelompok pejuang Palestina Ismail Haniyah dalam daftar “teror”.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Ismail Haniyah, bersama dua kelompok Islam yang aktif di Mesir dan satu di wilayah Palestina, terdaftar sebagai “teroris global yang ditunjuk secara khusus”.

“Penetapan ini peruntukannya menargetkan kelompok dan pemimpin kunci teroris – termasuk dua yang disponsori dan disutradarai oleh Iran – yang mengancam stabilitas Timur Tengah, merongrong proses perdamaian, dan menyerang sekutu kita Mesir dan Israel,” bunyi pernyataan itu mengutip Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson seperti dilansir dari Reuters, Kamis (01/02/2018).

Di bawah label terbaru versi Amerika Serikat ini, Haniyah tidak akan dapat mengunjungi Amerika Serikat atau memiliki aset di dalamnya dan warga Amerika dilarang melakukan transaksi keuangan atau berhubungan dengannya.

Kelompok pejuang pembebasan yang berbasis di Gaza  ini secara resmi dianggap sebagai ‘organisasi teror’ versi  Amerika Serikat selama beberapa dekade.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ismail Haniyah adalah pemimpin dan Kepala Biro Politik Hamas, yang ditunjuk pada 1997 sebagai Organisasi Teroris Asing,” kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan yang menjelaskan keputusannya hari Rabu.

Baca: Hamas, Baitul Maqdis dan Izzah Islam

Tiga kelompok lain yang ditetapkan sebagai “teroris” versi Amerika  adalah Harakat al-Sabireen, yang  beroperasi di Gaza dan Tepi Barat, serta menembakkan roket ke Israel.

Juga kelompok Liwa al-Thawra, yang telah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan seorang jenderal militer Mesir di Kairo pada tahun 2016 dan sebuah pemboman pada tahun 2017.

AS juga menetapkan kelompok Harakat Sawa’d Misr (HASM), yang bertanggung jawab atas pembunuhan seorang perwira keamanan Mesir dan serangan lainnya.

Ismail Haniya disambut pengawalnya saat keluar rumahnya di Kamp Shatta di perkampungan biasa di Gaza, untuk menghadiri shalat Jumat di sebuah masjid setempat, 03 Agustus 2007 [Foto: scottnelson] 
Dengan adanya keputusan ini, Haniyah dan tiga kelompok tersebut tidak dapat mengakses sistem keuangan AS.

Menandai ulang tahun ke-30 pendirian Hamas, Ismail Haniyah berpidato akan menentang keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel pada bulan Desember.

“Kami akan merobohkan keputusan Trump. Tidak ada adikuasa yang mampu menawarkan Yerusalem kepada Israel, tidak ada Israel yang memiliki Ibu Kota bernama Yerusalem.”

Baca: Interpol Hapus Nama Syeikh al Qaradhawi dari ‘Daftar DPO’

Juru Bicara Hamas yang berbasis di Gaza, Hazem Kassem mengatakan, “Keputusan Amerika Serikat menambahkan nama Ismail Haniyah kepada daftar pemimpin ‘organisasi teror’ adalah usaha yang gagal untuk memberikan tekanan pada pasukan perlawanan Palestina. Keputusan ini tidak akan berpengaruh pada Hamas,” ujarnya dikutip koran Yahudi, Haaretz.

”Keputusan tersebut konyol, karena kita, rakyat Palestina, tidak mengharapkan Amerika Serikat untuk menandatangani kejujuran kita. Pemimpin Hamas, dan Ismail Haniyah pertama dan terdepan, siap mengorbankan nyawa mereka, dan semua yang mereka miliki untuk kemerdekaan Negara Palestina dan hak-haknya. Kami tidak akan terhalang oleh keputusan semacam ini, dan mempertahankan prinsip-prinsip rakyat kami dengan segala cara,” tambahnya.

Hamas adalah kelompok faksi pejuang Palestina yang dipercaya mayoritas rakyat Palestina, mengangkat senjata melawan penjajahan Israel yang kini mendominasi Jalur Gaza.

Amerika adalah salah satu negara yang menjadikan Israel sangat kuat yang terus melakukan aksi teror terhadap rakyat Palestina selama 70 tahun ini. Yang menarik, warga yang tertindas justru mendapatkan lebel “teroris.’*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikadaftar terorgazaHAMASismail haniyahisraelJalur Gazapalestinapejuang palestinapenjajahterorterorisyahudiZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPOM: Suplemen Makanan Mengandung DNA Babi Sudah Ditarik
Tulisan selanjutnya Dua Kali Absen Sidang, Hasto PDIP Dinilai Lecehkan Pengadilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?