Hidayatullah.com–Pada hari Rabu (28/2/2018), seorang tentara Penjajah Zionis bunuh diri dengan menembakkan senjata ke tubuhnya sendiri di sebuah pangkalan militer di wilayah utara Palestina.
Menurut sumber penjajah sebagaimana dikutip Ma’an, tentara tersebut dibawa oleh pesawat ke Rumah Sakit Rambam di Haifa, di mana dokter mengumumkan kematiannya.
Militer penjajah mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar penyelidikan atas insiden tersebut.
Bunuh Diri Karena Ketakutan dengan Pejuang
Bunuh diri adalah hal biasa di antara tentara penjajah (IDF), dan motif untuk bunuh diri seringkali takut konfrontasi dengan para pejuang Palestina.
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh militer penjajah pada Januari 2018 mengungkapkan jumlah tentara yang melakukan bunuh diri pada tahun lalu 2017, mayoritas menggunakan senjata.
Menurut laporan tersebut, 16 personil militer melakukan bunuh diri pada 2017, termasuk 13 tentara reguler, dua petugas dan satu petugas penyelamatan. Pada tahun 2017, 55 tentara penjajah tewas, tujuh di antaranya karena penyerangan pejuang, 16 orang dalam kasus bunuh diri, 9 orang dalam perawatan medis, 2 orang dalam pelatihan, 4 dalam kecelakaan lalu lintas, 8 dalam kecelakaan jalan sipil dan 9 dalam berbagai insiden.*