Hidayatullah.com– Seorang pejabat senior Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pada hari Sabtu bahwa kebijakan Turki terhadap negara-negara Arab tetangga tidak masuk akal dan menyarankannya untuk menghormati kedaulatan mereka.
Dilansir dari Middle East Monitor, hubungan antara kedua negara telah diperkuat oleh dukungan Ankara terhadap Qatar setelah Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memberlakukan sanksi terhadap Doha tahun lalu atas dugaan dukungannya terhadap militan. Qatar membantah tudingan tersebut.
“Bukan rahasia lagi bahwa hubungan Arab-Turki tidak dalam keadaan terbaik mereka,” ujar Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash dalam ciutannya di Twitter.
Baca: Sudan: Kesepakatan dengan Turki Tidak Mengancam Negara-negara Arab
“Agar bisa kembali seimbang, Ankara harus menghormati kedaulatan Arab dan berurusan dengan tetangganya dengan kebijaksanaan dan rasionalitas,” katanya.
UEA melihat dirinya sebagai benteng melawan bentuk-bentuk politik Islam, dan memandang partai AK Presiden Tayyip Erdogan yang berkuasa sebagai pendukung kelompok-kelompok seperti Ikhwanul Muslimin yang menentangnya.
Mereka terlibat dalam pertengkaran pada bulan Desember atas sebuah retweet oleh menteri luar negeri Emirati yang Erdogan sebut sebagai penghinaan.
Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahayan berbagi tweet pada saat itu yang menuduh tentara Turki menjarah kota suci Madinah satu abad yang lalu, mendorong Erdogan untuk mencemooh mengatakan bahwa menteri tersebut dimanjakan oleh uang minyak.*/Sirajuddin Muslim