Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Tahun Penjara untuk Adik Mendiang Presiden Aljazair Bouteflika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2021 13:07 1:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Oktober 2021 13:07
Bagikan
Said Bouteflika, adik mantan presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika.
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas orang kuat Aljazair yang juga adik mendiang mantan preside Abdelaziz Bouteflika hari Selasa (12/10/2021) diganjar hukuman penjara dua tahun karena “menghalangi jalannya proses peradilan”, lapor kantor berita resmi APS.

Presiden Bouteflika dipaksa mengundurkan diri menyusul aksi protes masyarakat yang menentang rencananya ikut pemilu 2019 untuk masa jabatan kelima. Dia wafat pada September 2021 dalam usia 84 tahun.

Kepergian Bouteflika diiringi dengan rangkaian tuntutan hukum terhadap orang-orang yang pernah memegang jabatan tinggi di masa pemerintahannya, termasuk adiknya Said, yang dipandang sebagai orang yang sebenarnya mengendalikan kekuasaan di Aljazair sejak abangnya mengalami stroke pada tahun 2013.

Jaksa menuntut hukuman 7 tahun penjara untuk Said Bouteflika, yang bersama sejumlah bekas pejabat tinggi lain didakwa menyalahgunakan kekuasaan, menyuruh orang melakukan pemalsuan dokumen resmi, menghalangi jalannya proses persidangan dan pelecehan terhadap pengadilan.

Sementara itu di Dar El Beida, sebelah timur Aljir, bekas menteri kehakiman Tayeb Louh didudukkan di kursi terdakwa. Dia diganjar 6 tahun penjara, sedangkan taipan Ali Haddad dijatuhi hukuman penjara dua tahun, lapor APS seperti dilansir AFP. Keduanya ada orang dekat mendiang Abdelaziz Bouteflika.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bekas inspektur jenderal di kementerian kehakiman Tayeb Belhachemi juga divonis dua tahun penjara.

Pengadilan membebaskan 6 terdakwa lain dari tuduhan.

Said Bouteflika, 63, ditangkap pada Mei 2019 dan dijatuhi hukuman 15 tahun karena “berkomplot melawan negara dan tentara” selama hari-hari terakhir pemerintahan abangnya.

Pada 2 Januari, dia dibebaskan dari tuduhan itu oleh pengadilan banding militer, tetapi kasusnya kemudian diserahkan ke pengadilan sipil untuk diadili atas tuduhan korupsi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdelaziz BouteflikaAljazairSaid Bouteflika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RUU Larangan Minuman Beralkohol Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2021
Tulisan selanjutnya missionaris Berhasil Mengkristen Separuh Desa, Missionaris Ini Menemukan Hidayah di Kandang Ayam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?