Hidayatullah.com–Sudan mengatakan bahwa kesepakatan baru-baru ini dengan Turki tidak membahayakan keamanan negara-negara Arab pada Rabu malam, (27/12/2017).
Dilansir dari Anadolu Agency, Kedutaan Sudan di Riyadh mengeluarkan sebuah pernyataan tertulis mengenai kesepakatan yang ditandatangani saat kunjungan dua hari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Sudan pekan ini.
Pernyataan tersebut menyusul klaim di sebuah surat kabar harian Arab Saudi Okaz, yang menulis bahwa Khartum memberi kota pelabuhan Suakin, atau Sawakin, ke Ankara.
Selama kunjungan Erdogan, sejumlah kesepakatan bilateral ditandatangani antara kedua negara untuk memperkuat hubungan di bidang sains, teknologi, industri, produksi pertanian, kehutanan, pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan ekonomi.
Sudan juga setuju untuk segera menyerahkan Pulau Suakin ke Turki untuk pembangunan kembali.
Suakin, salah satu pelabuhan tertua di Afrika, digunakan oleh orang-orang Muslim Afrika yang ingin ke Kota Suci Makkah, Arab Saudi.
Perwira pers kedutaan Riyadh Al-Mutez Ahmed Ibrahim membantah klaim tersebut oleh surat kabar Okaz, dengan mengatakan bahwa klaim tersebut merupakan penghinaan terhadap otoritas Sudan dan haknya untuk mengembangkan hubungan dengan negara lain.
“Suakin milik Sudan, tidak di tempat lain,” katanya.
Perwira tersebut juga mengatakan negaranya memiliki hubungan damai dengan negara lain tanpa merugikan keamanan Arab.
Menteri Luar Negeri Sudan Ibrahim Ghandour juga mengatakan pada hari Selasa lalu, dalam sebuah konferensi pers bersama dengan mitranya dari Turki Mevlut Cavusoglu, bahwa negaranya telah sementara menyewa Pulau Suakin di Sudan ke investor Turki.
Ghandour, menggarisbawahi ‘keasyikan’ negaranya untuk menjaga keamanan Laut Merah, menekankan kesiapan Sudan untuk bekerja sama dengan berbagai negara di kawasan ini.*/Sirajuddin Muslim