Hidayatullah.com–Satu sambaran petir menewaskan sedikitnya 16 orang jemaat Gereja Advent Hari Ketujuh di Rwanda hari Sabtu (10/3/2018), kata pejabat setempat.
Kebanyakan korban mati seketika ketika petir menyambar bangunan gereja yang terletak di distrik Nyaruguru, kata wali kota setempat kepada AFP seperti dilansir BBC.
Dua orang meninggal karena luka-luka yang dialaminya, sedangkan 140 jemaat gereja dilarikan ke rumah-rumah sakit dan klinik.
Kecelakaan akibat cuaca di daerah pegunungan dekat perbatasan dengan Burundi itu terjadi pada Sabtu siang, ketika jemaat gereja kota kecil Gihemvu sedang mengkuti kebaktian.
“Dokter mengatakan hanya tiga [jemaat gereja lagi] yang dalam kondisi kritis, tetapi kondisinya membaik,” kata Wali Kota Francois kepada AFP hari Sabtu.
Sebelumnya petir hari Jumat juga mengenai 18 pelajar di daerah itu dan menewaskan satu di antaranya, kata wali kota. Tiga pelajar masih dirawat di rumah sakit, sementara lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Kematian jemaat gereja itu terjadi setelah pihak berwenang belum lama ini menutup sekitar 700 gereja di Rwanda, karena gagal memenuhi standar bangunan sesuai regulasi dan karena polusi suara.
Media setempat Panor Actu melaporkan bahwa gereja-gereja yang ditutup itu tidak memenuhi persyaratan penangkal petir, yang berguna melindungi bangunan dari sambaran petir.*