Hidayatullah.com—Seorang bekas teman sekolah Sergei Skripal, bekas agen ganda Rusia yang diracun bersama putrinya Yulia di Salisbury, mengatakan bahwa dia menulis surat kepada Putin meminta dikembalikan ke Rusia.
Vladimir Timoshkov berbicara secara eksklusif kepada BBC.
Saya hanya tinggal punya satu foto,” kata Timoshkov sambil membuka tas kopernya.
“Ini saya, waktu berusia 17 tahun. Dan ini Skripal,” ujarnya sambil menunjukkan satu lembar foto yang menampakkan teman-teman satu kelasnya, seperti dilansir BBC Sabtu (24/3/2018).
Skripal dan putrinya diracun di kota Salisbury pada 4 Maret. Keduanya ditemukan dalam kondisi tak berdaya duduk di sebuah bangku di tempat terbuka, setelah sebelumnya mengunjungi restoran Zizzi di kota Salisbury, Inggris.
“Ketika kami masih sekolah, kami ingin masuk militer,” cerita Timoshkov. “Sergei memutuskan masuk tentara terjun payung (paratrooper).”
Setelah lulus sekolah mereka kehilangan kontak. Pada tahun 2006, Timoshkov mendengar kabar bahwa Skripal divonis bersalah melakukan pengkhianatan.
“Mata saya mencolot keluar. Saya pikir, ‘Ya.. Tuhan’,” kata Timoshkov. “Banyak orang menjauhinya. Teman-teman sekelasnya berpendapat dia telah mengkhianati ibu pertiwi.”
Timoshkov kemudian berusaha menghubungi Skripal. Dia menemukan akun putri Skirpal di media sosial. Yulia lalu menghubungkan Timoshkov dengan ayahnya.
“Tahun 2012 dia menelepon saya, kami bicara sekitar setengah jam. Dia menelepon saya dari London. Dia membantah dirinya seorang pengkhianat. Dia bilang, ‘Saya bersumpah [tidak pernah mengkhianati] kepada Uni Soviet’. Dia bilang kepada saya bahwa dia sudah menulis surat kepada Vladimir Putin untuk mengampuninya dan mengizinkannya mengunjungi Rusia, sebab ibunya, saudara lelakinya dan kerabatnya yang lain semua berada di sini.
Kremlin membantah menerima surat dari Skripal tersebut.
“Dia menyesal [menjadi agen ganda], karena seluruh hidupnya menjadi kacau-balau,” kata Timoshkov tentang Skripal.
“Saya kasihan kepadanya dan saya kasihan kepada Yulia. Dia cantik, dia kelihatan mirip ayahnya,” pungkas Timoshkov.
- Tim OPCW akan Periksa Gas Saraf Kasus Peracunan Skripal
- Gas Saraf Novichok Pernah Dipakai Membunuh Bankir di Moskow
Hingga saat ini Rusia membantah terlibat peracunan Sergei Skripal dan putrinya.
Dubes Rusia untuk Uni Eropa Vladimir Chizov bahkan menuding kemungkin gas saraf Novichok yang katanya dipakai untuk meracuni Skripal berasal dari Porton Down, laboratorium senjata kimia terbesar milik Inggris yang terletak tidak jauh dari Salisbury.*