Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemain Timnas Swiss Diskors 2 Pertandingan karena Lakukan Selebrasi Simbol Etnis Albania

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juni 2018 08:47 8:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2018 08:47
Bagikan
Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemain Swiss berdarah Albania, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, dihukum larang bermain 2 laga karena selebrasi gol mereka ketika bertanding melawan Serbia dengan FIFA mengatakan pada Sabtu bahwa komite disiplinnya telah membuka penyelidikan terhadap keduanya.

Xhaka dan Shaqiri merayakan gol mereka dengan membuat simbol nasionalis etnis Albania. Kedua pemain membentuk tangan mereka seperti sayap untuk menggambarkan apa yang terlihat seperti elang kepala dua di bendera Albania. Dengan kedua jempol menggambarkan dua kepala elang, sementara jari menggambarkan sayap.

Berdasarkan kode disiplin pasal 54 FIFA , “Siapapun yang memprovokasi publik selama pertandingan akan dilarang bermain dua pertandingan dan dijatuhi denda minimal 5.000 franc Swiss (Rp. 71,2 juta),” kutip Daily Sabah.

Baca: Muslim Albania Rayakan 600 Tahun Ramadhan

Shaqiri dilahirkan di Kosovo, bekas Provinsi Serbia yang menyatakan kemerdekaannya pada 2008.

Serbia tidak mengakui kemerdekaan Kosovo dan hubungan antar kedua negara masih tegang. Orang tua Xhaka berasal dari Kosovo dan mereka keturunan Albania. Saudara laki-lakinya bermain untuk tim nasional Albania.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perang selama bertahun-tahun di Balkan telah mengirim banyak keluarga ke negara-negara Eropa barat, termasuk Swiss. Negara itu memiliki puluhan etnis Albania di program sepak bola nasional mereka.

Sementara itu, dua menteri Swiss menyatakan dukungannya pada Xhaka dan Shaqiri.

“Siapapun yang mengalami atmosfir menggairahkan permainan dapat lebih menghargai penampilan tim nasional kita dan dapat mengerti emosi yang keluar dari seorang pemain,” ujar Menteri Pertahanan, Perlindungan Sipil, dan Olahraga Guy Parmelin mengatakan pada Neue Zurcher Zeitung (NZZ).

Baca: Politisi Serbia Penjahat Perang Balkan Mengaku Tidak Kapok

Menteri Luar Negeri Swiss juga ikut mendukung kedua pemain itu.

“Saya tidak ragu bahwa anda dapat merasakan emosi patriotik untuk tanah air yang ada di dalam anda, tanpa melupakan akar anda,” katanya. “Itu akan menjadi sebuah pukulan keras jika mereka di skors.”

FIFA mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan disiplin terhadap Asosiasi Sepak Bola Serbia atas gangguan penonton dan menampilkan pesan-pesan politik dan ofensif oleh fans Serbia. FIFA juga sedang meninjau ulang pernyataan pelatih Serbia Mladen Krstajic setelah pertandingan.

Serbia menolak mengakui kemerdekaan bekas provinsinya Kosovo, yang 1,8 juta penduduknya kebanyakan etnis Albania, yang memisahkan diri 10 tahun lalu.

Baik FIFA dan rekan Eropanya, UEFA, memisahkan Serbia dan Kosovo ketika melakukan undian untuk kompetisi internasional.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AlbaniaEtnis AlbaniaFIFAGranit XhakaPertandinganSelebrasisepak bolaserbiaswissTimnas SwissXherdan Shaqiri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Marak Seks Bebas, Prioritaskan Implementasi UU Pornografi
Tulisan selanjutnya Ustadz Harry Moekti Meninggal Dunia, Ini Cita-cita Besar Almarhum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?