Hidayatullah.com—Lima pria dibantai oleh kerumunan warga yang mengamuk di negara bagian Maharashtra, India, menyusul beredarnya rumor di Whatsapp tentang penculikan anak.
Dua belas orang ditangkap karena pembantaian itu, yang terjadi pada hari Ahad (1/7/2018), kata pihak kepolisian kepada BBC Marathi.
Polisi memberlakukan jam malam di desa tersebut, karena dituasi masih panas dan polisi mendatangkan pasukan tambahan.
Mereka mengatakan bahwa orang dari komunitas nomaden sering melewati desa tersebut sambil meminta-minta, dan mereka sedang melakukan kebiasaan itu ketika peristiwa terjadi.
Salah satu pria dari komunitas nomaden itu diduga terlihat berbicara dengan seorang anak perempuan. Warga desa lantas curiga dan menanyai mereka.
“Oleh karena warga desa tidak puas dengan jawaban orang-orang nomaden itu, mereka lantas membawa sejumlah pria nomaden ke sebuah ruangan dan mulai memukulinya dengan bilah bambu dan batu,” kata Ramkumar, seorang pejabat senior kepolisian kepada reporter BBC Marathi.
Rumor sepertinya beredar luas melalui Whatsapp, kata Ramkumar.
Ketika polisi datang ke lokasi, warga yang marah juga menyerang petugas, imbuhnya.
Lima korban sudah diidentifikasi, mereka adalah Bharat Bhosale, Dadarao Bhosale, Raju Bhosale, Aganu Hingole dan Bharat Mawale.
“Ini insiden yang sangat serius dan sangat disayangkan,” kata Dada Bhuse, seorang anggota legislatif setempat kepada BBC. “Kami akan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap penuduh dan mereka yang menyebarkan rumor ini.”*