Hidayatullah.com—Menteri Usaha Kecil Inggris, Andrew Griffiths mengumumkan pengunduran dirinya menyusul skandal seks yang melibatkan dua pramusaji perempuan, kutip Mirror.
Kabarnya, dia telah mengklaim dalam 2.000 pesan yang dikirim ke dua wanita itu.
Ayah Griffiths baru mengirim total £ 700 kepada Imogen Treharne dan rekan-rekannya, dan menawarkan unit perumahan untuk berhubungan seks.
Anggota Parlemen yang juga pernah menjabat sebagai penasehat Perdana Menteri Theresa May, seperti dilansir Mirror, Ahad (15/07/2018), sempat menjalin pertemanan dengan pelayan bar Imogen Treharne dan teman wanitanya melalui media sosial.
pria 47 tahun itu pun mulai mengirimkan pesan-pesan nakal, yang menuntut wanita 28 tahun dan temanya itu untuk menuruti permintaan liarnya. Setidaknya terdapat lebih dari dua ribu pesan tak pantas, dalam kurun waktu tiga minggu Tory pada Imogen dan teman wanita tersebut.
Pria yang belum lama ini mendapatkan momongan itu, menurut media Inggris tersebut, memborbardir Imogen dengan pesan-pesan yang menyebutkan kata-kata “Daddy” –istilah yang biasa digunakan dalam aksi seksual — di dalamnya, dan menjanjikan sejumlah uang jika permintaannya akan foto-foto mesum dituruti oleh sang pelayan bar.
“Saya ingin lihat kalian berdua tanpa busana. Buka pakaian dalam kalian. Kalian sudah bikin “Daddy” kesengsem. Saya akan membawa kalian ke London dan berbuat semaunya dengan kalian,” tulis Griffiths dalam beberapa pesan nakalnya.
Imogen yang berperawakan seksi itu mengakui, jika ia dan sang teman yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, sempat mengirimkan video eksplisit dan menerima sejumlah uang dari sang Menteri. Namun mengaku ilfil dengan sikap dan perangai yang ditunjukan pembesar tersebut.
“Ia pria yang menarik dan pintar. Saya sempat bicara soal pekerjaannya, namun ia bilang itu membosankan dan (lebih tertarik) membicarakan hal lain. Yang hanya tertarik bicara soal seks,” ungkap wanita berambut hitam Panjang itu.
Dia juga meminta foto dan video ekstrim dari mereka.
Setelah isi pesan mesum bocor, Griffiths secara spontan memutuskan diri untuk mundur dari jabatannya, dan meminta maaf atas tindakannya yang dinilai telah mencoreng nama baik parlemen Inggris dan pemimpin tertinggi negara.
Dalam sebuah pernyataan resminya hari Sabtu (14/07/2018) kemarin, ia menyatakan, “Saya merasa sangat malu dengan tindakan saya yang menyebabkan Istri dan keluarga menjadi tertekan, keluarga yang menjadikan saya pria (sukses) seperti ini”.
“(Saya juga) sangat malu kepada Perdana Menteri serta pemerintahan yang selama ini saya layani dengan bangganya”.
“Saya telah mengajukan surat pengunduran diri (dari posisi saya) pada Jum’at malam (waktu setempat)”.
Hari ini ia menambahkan, “Tiada alasan yang dapat menggambarkan sikap saya. Saya akan meminta bantuan professional untuk memastikan kejadian ini tidak terulang lagi.
Dengan pengunduran dirinya tersebut, Griffiths berharap agar pihak-pihak yang selama ini mendukungnya, bersedia memaafkan perbuatan memalukan yang telah mencoreng dan menodai tak hanya rumah tangganya, namun juga Parlemen Inggris secara umumnya.
“Dengan berjalannya waktu, saya berharap, pihak-pihak yang merasa dikecewakan dengan perbuatan saya ini, mau memaafkan. Saya akan terus menunjukan dukungan saya terhadap Perdana Menteri dan Pemerintahan yang dijalankannya,” tutup bunyi pernyataaan itu.*