Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Baru Mnangagwa Janjikan Zimbabwe yang Lebih Cemerlang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2018 06:24 6:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Agustus 2018 06:24
Bagikan
Pelantikan presiden baru Zimbabwe Mnangagwa Ahad (26/8/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com—Emmerson Mnangagwa diambil sumpahnya sebagai presiden Zimbabwe yang baru dan dia menjanjikan masa depan yang carah bagi negara Afrika itu.

Menyusul pelantikan dirinya, Mnangagwa mengumumkan perihal penyelidikan atas kematian enam orang dalam bentrokan antara tentara dengan para pendukung oposisi usai pemilu bulan Juli lalu. Aksi kekerasan itu tidak dapat diterima, kata Mnangagwa seperti dilansir BBC Ahad (26/8/2018).

Oposisi MDC Alliance bersikukuh menentang hasil pemilu meskipun keputusan pengadilan hari Jumat sudah menyatakannya sah.

Pemilu bulan Juli merupakan pemilihan umum pertama yang digelar Zimbabwe setelah tokoh veteran Robert Mugabe didesak mundur dari jabatan presiden.

Lebih dari 50.000 suporter dan beberapa kepala negara di Afrika menghadiri pelantikan Mnangagwa, bersama putri tertua mantan presiden Robert Mugabe.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun menyatakan dukungannya untuk capres dari oposisi dan bukan capres dari partainya sendiri Zanu-PF, Mugabe mengirimkan pesan permintaan maaf karena absen dalam seremoni itu dan mengucapkan selamat kepada Mnangagwa, orang yang mendongkelnya dari kursi presiden.

Dalam pidato pertama usai pelantikan, presiden baru itu memproklamasikan “republik kedua” bagi Zimbabwe, menjanjikan pendirian rumah-rumah sakit, serta menghidupkan kembali sistem pendidikan di negara itu yang dulu pernah diakui dunia. Namun, Mnangagwa juga memperingatkan bahwa perubahan yang akan dilakukan Zimbabwe tidak bisa berlangsung hanya dalam sekejap.

Dia menyeru kepada oposisi agar bekerja sama dengan dirinya membangun “ibu pertiwi.”

Partai oposisi terbesar MDC menolak menghadiri pelantikan Mnangagwa, meskipun beberapa politisi oposisi kelihatan tidak keberatan.

Amerika Serikat saat ini masih memberlakukan sanksi atas sejumlah tokoh senior partai Zanu-PF termasuk Mnangagwa. Sedangkan Uni Eropa sudah mencabut sebagian besar sanksinya.

Pengamat pemilu dari Uni Eropa, usai keputusan pengadilan yang mengukuhkan kemenangan Mnangagwa, mengatakan bahwa semua partai harus menerima keputusan tersebut. Akan tetapi Uni Eropa juga mengatakan bahwa Presiden Mnangagwa diuntungkan dari pemilu yang digelar di “lapangan yang tidak rata” itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Da’i Harus Mampu Memberi Solusi Problematika Umat
Tulisan selanjutnya Rabithah Ajak Dakwah Dengan Kasih Sayang, Larang Sikap Berlebih-lebihan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Terbaru

  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?