Hidayatullah.com–Studi yang dilakukan Journal of Medical Association (JAMA) mendapati bahwa seperempat juta kematian setiap tahun terjadi akibat penggunaan senjata api di seluruh dunia.
Dari 250.000 kematian akibat senpi yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia itu, hampir dua pertiga merupakan tindakan bunuh diri, menurut hasil studi yang dirilis JAMA seperti dikutip DW Selasa (28/10/2018).
Dalam editorialnya yang menyertai laporan tersebut JAMA juga mengatakan kematian akibat senjata api merupakan “masalah besar kesehatan publik bagi kemanusiaan.”
Baca: Dor! Seorang Tentara Amerika Bunuh Diri di Pangkalan Militer
Studi itu menghitung kematian akibat senpi di 195 negara dan teritori berbeda dari tahun 1990 sampai 2016. Peneliti menghitung sekitar 209.000 kematian senpi pada tahun 1990 dibandingkan dengan 251.000 kematian pada tahun 2016, yang 27 persen di antaranya merupakan kasus bunuh diri dan 9 persen kecelakaan.
Brazil, Colombia, Guatemala, Meksiko, Venezuela dan Amerika Serikat mencakup setengah dari jumlah kematian itu.
Selama periode itu angka rata-rata kematian 4 per 100.000 orang tidak berubah. Namun, jumlah kasusnya terus naik di banyak negara yang dianalisis, terutama di kawasan Amerika Tengah dan Selatan.
El Salvador memiliki rata-rata kematian senpi tertinggi, yaitu hampir 4 per 100.000 orang. Sedangkan Singapura menjadi yang terendah dengan 0,1 per 100.000 orang.
Jerman mencatat sekitar 1.220 kematian senpi pada tahun 2016. Angka rata-ratanya turun hampir setengah dibanding 25 tahun silam, yaitu 0,9 per 100.000 orang pada 2016 dan 1,7 per 100.000 orang pada 1990. Pada dekade lalu, Jerman memberlakukan amnesti beberapa kali guna mengurangi jumlah senpi ilegal di negara itu.
Penembakan massal di Amerika Serikat menjadi kepala berita internasional beberapa tahun terakhir, termasuk kasus beberapa hari lalu di turnamen video game di Jacksonville, Florida.
Namun hasil studi menunjukkan “kasus bunuh diri dengan senjata api di AS jumlahnya jauh mengalahkan pembunuhan dengan senpi di banyak negara.”
Amerika Serikat memiliki rata-rata bunuh diri dengan senpi tertinggi kedua, dengan 6 per 100.000 orang. Rata-rata tertinggi kasus bunuh diri dengan senpi ada di Greenland dengan 22 per 100.000, meskipun total kasus bunuh diri hanya 11.*