Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Church of England Ancam Tarik Investasinya di Perusahaan Migas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juli 2018 17:37 5:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2018 17:39
Bagikan
Uskup Agung Canterbury Justin Welby.
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas tertinggi Kristen Anglikan, Church of England, mengancam akan menjual saham-sahamnya di perusahaan minyak dan gas jika isu perubahan iklim tidak ditanggapi serius oleh mereka.

Gereja itu awal bulan ini mengatakan akan menarik investasinya dari perusahaan-perusahaan migas, jika mereka tidak memenuhi apa yang digariskan dalam Paris Agreement perihal perubahan iklim pada 2023, lapor BBC (9/7/2018).

General Synod, parlemen gereja itu, memberikan 347 suara dukungan terhadap langkah simbolis tersebut.

Church of England mengatakan dukungan suara itu menunjukkan dengan jelas bahwa gereja harus memainkan peran di muka dalam masalah penting seperti perubahan iklm.

Awalnya, batas waktu yang ditentukan adalah tahun 2020. Namun, seorang jubir mengatakan bahwa perpanjangan waktu itu akan mungkinkan gereja memberikan dorongan lebih kuat kepada perusahaan agar segera mewujudkannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum pemungutan suara digelar, David Walker, wakil ketua Church Commissioners (badan pengelola investasi-investasi Church of England), mengatakan bahwa penjualan saham mereka di perusahaan migas pada 2020 akan mengakibatkan strategi dan pengaruh gereja “tercabik-cabik.”

“Hal itu tidak akan mendorong perusahaan-perusahaan bertindak lebih jauh dan cepat. Justru sebaliknya, hal itu justru akan menjadi tekanan bagi mereka,” kata Walker kala itu.

Kebijakan baru tersebit akan berlaku atas dana investasi Church Commissioners sebesar £8,3 miliar, dana pensiun £2,3 miliar dan £2,2 miliar dana Church of England lainnya.

Sampai tahun lalu, Church Commissioners memiliki £123 miliar investasi di perusahaan-perusahaan minyak dan gas.

Etika investasi yang digariskan Church of England mengharuskan semua investasi mereka selaras dengan nilai-nilai ajaran Kristen. Jadi gereja tidak memperbolehkan investasi di perusahaan yang memiliki hasil penjualan campuran seperti ini:

– 10 persen pendapatannya dari penjualan senjata

– 3 persen dari pornografi

– 10 persen dari tembakau, senjata api non-militer, usaha kredit berbunga tinggi, serta pengkloningan embrio manusia.

Akan tetapi, pada tahun 2013 terungkap bahwa Church of England secara tidak langsung berinvestasi pada perusahaan kredit Wonga, salah satu lintas darat terkemuka di Inggris. Pemimpin tertinggi Church of England Uskup Agung Canterbury Justin Welbi ketika itu mengaku “malu sekaligus geram” karenanya. Sejak itu Church of England kabarnya menarik investasinya dari Wonga.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Pecat 18 Ribu Pegawai Negeri
Tulisan selanjutnya Novel Baswedan: Pemberantasan Korupsi di Indonesia Miris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?