Hidayatullah.com—Pendukung mantan Perdana Menteri Imran Khan menggelar protes besar-besaran di seluruh Pakistan pada Ahad setelah pemimpin itu digulingkan melalui mosi tidak percaya di Parlemen pada Sabtu. Protes meletus di beberapa kota besar termasuk Islamabad, Lahore, Karachi, Peshawar, Faisalabad, Quetta dan Rawalpindi.
“Tidak pernah dalam sejarah negara ini, sejumlah besar orang berkumpul secara spontan di seluruh negeri,” cuit Imran, kutip AFP.
Imran berterima kasih kepada rakyat Pakistan atas “dukungan yang diberikan sebagai protes terhadap perubahan pemerintah yang didukung asing”. Kerumunan termasuk pemuda, wanita dan seluruh keluarga berkumpul sambil memegang spanduk mendukung kepemimpinan Imran dan meneriakkan slogan-slogan anti-kekuatan asing.
Protes besar-besaran menunjukkan kemampuan Partai Tehreek-e-Insaf (PTI) untuk memobilisasi dukungannya secepat mungkin. “PTI memiliki banyak pendukung di hampir setiap kota di Pakistan. Popularitas Imran Khan melonjak,” menurut jurnalis Amir Zia.
Gerakan Demokratik Pakistan (PDM) mengumpulkan 174 suara ketika mosi tidak percaya diajukan di Parlemen yang beranggotakan 342 orang, menggulingkan pemerintah Imran yang berusia 44 bulan. Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) presiden Shehbaz Sharif, adik dari mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, telah dicalonkan untuk menggantikan Imran.
Sementara itu, PTI menominasikan mantan Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi untuk menantang Shehbaz untuk jabatan Perdana Menteri yang baru.*