Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aparat Komunis China Razia Al-Quran dan Simbul Islam di Rumah Keluarga Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 September 2018 10:30 10:30 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 September 2018 10:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat berwenang di Xinjiang, China mengunjungi rumah-rumah warga Muslim dan memaksa mereka untuk menyingkirkan semua barang rumah tangga yang ada simbol-simbol Islam, demikian dilaporkan laman World Uighur Congress (Kongres Uighur Dunia/WUC), Selasa (04/09/2018).

Di bawah prakarsa “de-Arabisasi“, otoritas Xinjiang mengunjungi rumah-rumah Muslim setempat dan memaksa mereka untuk menyingkirkan semua barang-barang di rumah yang memiliki motif Islam.

Barang-barang rumah tangga sehari-hari, seperti pot, piring, selimut atau ceret disita dan kemudian dihancurkan.

Pada November 2017, polisi bersenjata lengkap tiba di sebuah desa di daerah Yining, Kota Yining, dan memasuki dari pintu ke pintu dan memaksa penduduk desa untuk menyerahkan semua barang dengan simbol Islam.

Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [1] 

Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [2]

Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [3]

Polisi mengklaim, siapa pun yang gagal mematuhi kebijakan nasional pemerintahan Komunis akan dipaksa untuk menghadiri “kelas belajar”, istilah pemerintah Komunis dalam program ‘cuci otak’ yang digunakan pihak berwenang dalam kamp kosentrasi, di mana orang dipaksa untuk menjalani indoktrinasi secara intens.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para penduduk desa tidak punya pilihan selain menyerahkan semua perkakasa cuci tangan mereka, mushaf Al Qur’an, serta cangkir atau piring perak, tembaga, alas tidur, topi, dan hijab yang ada lambang Islam.

Barang-barang itu dimasukkan kendaraan, dan polisi membawanya ke halaman kantor komite desa, di mana benda-benda ini selanjutnya dibakar dan dihancurkan.

Pada bulan April tahun ini, personel dari “kelompok kerja” yang dikirim ke sebuah komunitas di daerah Shawan, Kabupaten Tacheng, memberi perintah kepada penduduk desa bahwa semua mushaf Al Qur’an dan barang-barang terkait agama Islam lainnya harus dibakar.

“Semua benda yang memuat simbol Islam di rumah-rumah penduduk harus dihancurkan atau disita. Bahkan gagang pintu dengan simbol Islam harus dilepaskan atau digergaji. Jika ada keluarga yang diketahui tidak membuang barang-barang tersebut, mereka akan ditangkap dan ditahan di ‘kelas belajar.’  Di tengah keputusasaan, banyak yang membuang barang-barang kesayangan mereka sendiri, ” ujar seorang pria Uyghur, yang meminta namanya disamarkan.

Musim dingin yang pahit, dimana laporaan secara ekstensif tentang berbagai cara pihak berwenang China di Xinjiang menganiaya kaum Muslim setempat yang menyamar progam ‘perang melawan ekstremisme’ dengan mengirim orang-orang tak berdosa ke “Kamp re-Educasi“ (pendidikan ulang), menutup dan menghancurkan masjid atau menghapus simbol-simbol Islam dari bangunan.

Home Stay: ‘Deradikalisasi dan Indoktrinasi’ ala Komunis China pada Keluarga Muslim

Muslim China di Uighur Dilarang Pakai Jenggot

Mereka yang beruntung bisa tinggal di rumah dilecehkan oleh prakarsa-prakarsa provinsi yang tidak masuk akal seperti program “tinggal di rumah” (home stay) dimana kader-kader Partai Komunis diwajibkan tinggal di rumah-rumah penduduk Muslim Uyghur, mengawasi dan mengindoktrinasi mereka nilai-nilai Komunis.

September tahun 2017, aparat keamanan Komunis China memerintahkan umat Muslim di wilayah barat laut Xinjiang untuk menyerahkan Al-Quran dan peralatan shalat ke polisi.

Tindakan kepolisian China dilakukan sebagai bagian dari kampanye untuk melarang materi publikasi, aktivitas keagamaan, dan ajaran ilegal yang dituding mengandung konten ekstremis serta dapat digunakan untuk tujuan terorisme.

Barang-barang seperti ini; piring, ketel, nampan ada gambar masjid, tulisan Islam bisa membuat keluarga Muslim Uighur menghadapi penjara berat

Tak cuma Al-Quran dan sajadah, semua materi yang berhubungan dengan Islam juga diminta diserahkan secara sukarela kepada polisi. Jika tidak, umat Muslim akan menghadapi hukuman berat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacuci otakde-ArabisasikampkomunisMuslimre edukasisimbol IslamuighurWorld Uighur Congressxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Milisi Syiah Dukungan Iran Mengancam PM Iraq, Heider Abadi
Tulisan selanjutnya Prof Siti Zuhro Nilai Persekusi #2019GantiPresiden Menyalahi Demokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?