Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi untuk Ikut Investasi Besar Dalam Proyek CPEC di Pakistan

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 September 2018 05:46 5:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 September 2018 21:57
Bagikan
Fawad Chaudhry
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakistan telah menandatangani tiga perjanjian dengan Arab Saudi dan pihak kerajaan akan membuat investasi besar dalam proyek Koridor Ekonomi Cina-Pakistan (CPEC), ujar Menteri Informasi Fawad Chaudhry mengatakan hari Kamis.

Pekan lalu, Pakistan mengundang Arab Saudi untuk menjadi mitra ketiganya di CPEC setelah Perdana Menteri Imran Khan berkunjung pada 19 September.

“Sebuah delegasi Saudi mengunjungi Pakistan minggu depan,” kata Chaudhry kepada wartawan di Islamabad. “Ini yang pertama di pemerintahan kita dan akan menjadi penting,” dikutip media Pakistan.

Baca:10.000 Tentara Saudi Dilatih di Pakistan 

Migran Afghanistan

Fawad mengatakan lebih dari dua juta pengungsi Afghanistan terdaftar tinggal di Pakistan dan 0,5 juta lainnya tidak terdaftar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk meminta kabinet membuat rencana bagi pengungsi Afghanistan.

Pada pengarahan kepada wartawan, Omar Ayub, Menteri Energi Pakistan, melancarkan kritik terhadap pemerintah sebelumnya atas apa yang dia katakan tidak memperhatikan sektor minyak dan gas.

“Tidak ada yang memperhatikan perusahaan distribusi dan ini mempengaruhi seluruh industri,” kata Ayub. “Potongan harga minyak tidak menguntungkan industri.”

Baca: Pakistan Kritik China atas Perlakuan terhadap Muslim Uighur 

Menteri mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya tidak berinvestasi dalam sistem transmisi listrik. “Sektor gas menghadapi utang melingkar (circular debt) sebesar Rs150 miliar,” kata Ayub.

Tahun 2015, Presiden China Xi Jinping mengumumkan investasi sebesar US$46 miliar (Rp592 triliun) di Pakistan,  yang dipergunakan untuk pembangunan Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) – sebuah jaringan jalan, rel kereta dan jalur pipa di antara kedua negara.

Jaringan ini akan membentang sekitar 3.000 km dari Gwadar di Pakistan ke wilayah Xinjiang di barat China.

Proyek ini akan memberi China akses langsung ke Samudra Hindia dan selebihnya. Hal ini keuntungan China untuk meningkatkan pengaruh ekonominya di Asia Tengah dan Selatan, dan jauh melampaui pengeluaran yang dilakukan Amerika Serikat di Pakistan,  kata Mushahid Hussain Sayed, Ketua Komite Pertahanan di parlemen Pakistan dikutip BBC.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudichinaCPECinvestasiKoridor Ekonomi Cina-PakistanPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tsunami Palu Setinggi 1,5 Meter
Tulisan selanjutnya Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mengungsi ke Gunung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?