Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Perpanjang Misinya di Iraq Sampai 2019

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2018 18:40 6:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Oktober 2018 18:40
Bagikan
Menhan Jerman Ursula von der Leyen di pangakaln udara Azraq, Yordania.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Jerman, hari Selasa (2/10/2018) memutuskan untuk memperpanjang misi non tempur militernya di Iraq satu tahun.

Parlemen awalnya memperpanjang mandat kepada militer agar mereka dapat melatih pasukan Kurdi Peshmerga dan pasukan khusus dari angkatan bersenjata Iraq.

Keputusan hari Selasa itu juga mengakhiri misi pengintaian dan pengisian bahan bakar pesawat di udara yang dilakukan Jerman sebagai bagian dari misi tentara internasional pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS alias IS (Islamic State) di Iraq dan Suriah. Misi tersebut akan diakhiri pada 31 Oktober 2019. Tidak dijelaskan apa alasannya.

“Dalam rangka mempertahankan keberhasilan pertempuran melawan IS dan guna mencegah organisasi teroris mengumpulkan kembali kekuatannya, upaya tekanan terhadap organisasi-organisasi teroris dengan cara-cara militer masih diperlukan,” kata keputusan kabinet itu seperti dilansir DW.

Bulan lalu, saat kunjungan ke pangkalan udara Azraq di Yordania, di mana pesawat-pesawat pengintai dan pengisi bahan bakar milik Jerman diparkir, Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengatakan dirinya belum dapat memastikan pengerahan jangka panjang militer negaranya di Timur Tengah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat ini jumlah personel militer Jerman yang ditempatkan di pangkalan di Yordania dibatasi hanya 800 saja. Jumlah itu tidak akan berubah.

Sejarah Nazi yang mencoreng citra Jerman menjadikan tindakan militer isu yang sensitif di negara itu. Pemerintah Jerman sejak Perang Dunia II berakhir sebisa mungkin membatasi keterlibatan militernya di luar negeri. Meskipun demikian, pada tahun 1999 Jerman ikut mengerahkan pasukan untuk melakukan serangan udara bersama NATO terhadap wilayah pecahan Yugoslavia yang dilanda perang antaretnis. Sementara di Afghanistan, militer Jerman baru turun tangan sebagai pasukan penjaga perdamaian setelah Taliban ditumbangkan dari kursi pemerintahan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kurangi Pengaruh Islam, China Ubah Nama-nama berbau Arab
Tulisan selanjutnya Pemerintah Akui Proses Evakuasi di Petobo Cukup Sulit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?