Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kurangi Pengaruh Islam, China Ubah Nama-nama berbau Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2018 18:18 6:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2018 18:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang di China lagi-lagi mengambil langkah untuk mengurangi pengaruh Islam, dengan mengubah nama sebuah sungai karena memiliki “nama yang berbau Arab”.

Nama sungai “Aiyi” telah diubah menjadi “Diannong” oleh Pemerintah Otonomi Ningxia, rumah bagi Muslim terbesar di China daratan, sebuah laporan oleh Global Times mengatakan.

“’Aiyi’, nama lama berbahasa China dari sungai itu  … terdengar bagi beberapa orang seperti nama ‘Aisha’,” Wang Genming, peneliti di Institut Studi Hui Universitas Ningxia mengatakan pada harian berbahasa China itu.

Aisha adalah salah satu dari istri Nabi Muhammad ﷺ.

“Diannong” diambil dari nama lama Dinasti Han (206-220 SM) untuk Ibu Kota Ningxia, yang saat itu bernama Yinchuan, menurut Global Times.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami menerima permintaan dari departemen sumber daya air setempat berdasarkan peraturan tentang nama-nama lokasi publik,” pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China

Sebuah peraturan yang disahkan oleh pemerintah Ningxia pada tahun 2013 melarang otoritas setempat menamakan tempat-tempat publik seperti nama tokoh atau tempat asing.

“Ini sesuai dengan kebijakan China untuk menchinakan agama dan menyesuaikannya dengan masyarakat sosialis serta sesuai dengan budaya dan sejarah setempat,” Xiong Kunxin, profesor studi etnis di Universitas Minzu China, tulis Global Times dikutip Aljazeera.

Shen Guiping, seorang ahli tentang agama di Central Institute of Socialisme, mengatakan pada surat kabar itu bahwa sebagai sungai induk di wilayah itu, “Diannong dapat lebih baik memberikan semangat budaya tradisional China”.

Sungai itu membentang sepanjang 180 km dan enam provinsi di China barat laut.

Baca:  Rencana Pembongkaran Masjid di China ‘Ancam Perdamaian

Pertanyaan Muslim di China

Sekitar dua juta Muslim Hui tinggal di Ningxia, sepertiga dari populasi wilayah itu.

Dari 23 juta Muslim China, sekitar 10 jutanya merupakan etnis Hui, keturunan musafir Jalur Sutera etnis Arab dan Asia Tengah.

Kemudian, terdapat sekitar 10 juta Muslim Uighur, yang persekusinya oleh pemerintah China telah menjadi berita utama global selama bertahun-tahun.

Genming mengatakan pada Inkstone bahwa perubahan nama mengikuti serangkaian upaya  yang telah dilakukan pemerintah regional untuk menghapus tanda-tanda dan hiasan Islam di bangunan-bangunan.

“Bahkan bioskop setempat dan komplek pemukiman sedang direnovasi demi menghapus fitur-fitur etnis,” kata Wang.

Baca: Kemana Keadilan bagi Muslim Uighur di China?

“Lebih dari 860 buku menyangkut etnisitas Hui telah diambil dari rak-rak buku di perpustakaan,” tambahnya.

Pada Maret, sebuah jalan bernama “Aliansi China-Arab” di Yinchuan, ibukota Ningxia, diubah menjadi “Jalan Persatuan”.

Jalan itu mengarah pada alun-alun dengan beberapa monumen bergaya Arab dan patung, yang dibangun untuk memperingati persahabatan Arab-China.

Kota itu kemudian mulai merubah jalanan dari “pemandangan bergaya asli Arab menjadi jalanan yang mencerminkan gaya elemen budaya China”, menurut kantor berita Xinhua.

Upaya-upaya ini adalah bagian dari kampanye luas pemerintah untuk “menChinakan agama”, kebijakan yang diperkenalkan oleh Presiden Xi Jinping pada tahun 2015 untuk menyatukan agama dengan definisi pemerintah tentang budaya China.

“Perubahan nama menunjukkan ketidaktahuan dan kebodohan pemerintah setempat,” dia mengatakan pada Inkstone. “Aiyi hanyalah sebuah nama yang mengingatkan pada seorang wanita Hui yang cantik,” kata Genming.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaArabchinaislamkomunisMuslimPresiden Xi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wacana ‘Kebangkrutan’ Saudi
Tulisan selanjutnya Jerman Perpanjang Misinya di Iraq Sampai 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?