Hidayatullah.com–Sears, peritel yang dulu pernah merajai pasar Amerika Serikat, mengajukan pailit.
Sears Holdings –yang juga pemilik Kmart– hari Senin (15/10/2018) mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11, lapor BBC.
Perusahaan itu, seperti peritel-peritel tradisional lainnya di Amerika Serikat, keok menghadapi persaingan pasar setelah kemunculan bisnis ritel online semacam Amazon.
Sears menutup toko-tokonya dan menjual properti yang dimilikinya sementara perusahaan dibebani utang lebih dari $5 miliar.
Perusahaan itu memiliki 90.000 karyawan dan di masa jayanya dulu memiliki lebih dari 3.000 toko.
Sears merupakan peritel terbesar di Amerika Serikat sebelum disalip Walmart pada era 1980-an.
Perusahaan itu mengajukan petisi kebangkrutan setelah dikabarkan gagal menyelesaikan pembayaran utangnya, yang jatuh tempo pada hari Senin ini sebesar $134 juta.
Chapter 11 memberikan perlindungan kepada perusahaan AS yang bangkrut dari kewajibannya membayar utang kepada para kreditur. Dengan pasal itu, pemilik usaha mendapatkan waktu untuk menata kembali utang-utangnya dan menjual sebagian aset atau bisnisnya guna menyelamatkan perusahaan.
Eddie Lampert –pengusaha yang di dalam Sears berperan sebagai pimpinan eksekutif, investor terbesar, tuan tanah (pemilik properti) serta pemberi kredit yang cukup besar– dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa selama bertahun-tahun pihaknya bekerja keras untuk memperbaiki kondisi perusahaan dan meningkatkan aset agar terhindar dari kebangkrutan.
“Sementara kami mengalami kemajuan, tetapi rencananya tidak membuahkan hasil seperti yang kami inginkan,” kata Lampert.
Akan tetapi menurut Neil Saunders, direktur pelaksana GlobalData Retail, kesulitan yang dihadapi Sears saat ini akarnya dapat dilacak sampai era 1980-an, ketika perusahaan itu berusaha mengembangkan sayap bisnisnya tetapi kehilangan fokus karena terlalu banyak diversifikasi.*