Hidayatullah.com—Pemerintahan nasionalis Hindu di Uttar Pradesh India mengubah nama kota bersejarah yang kental Islam, Allahabad dengan nama baru, Prayagraj, sebuah nama bernuansa Hindu.
Allahabad terletak di negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh (UP), dengan 1 juta penduduk. Menteri Kesehatan UP Siddarth Nath Singh menyebut proposal penggantian nama disampaikan dalam rapat kabinet oleh Menteri Kepala Uttar Pradesh Yogi Adityanath pada Selasa (16/10/2018), tulis Aljazeera.
Menteri Kepala, panggilan resmi untuk Gubernur di India atau kepala pemerintahan suatu provinsi/negara bagian.
“Seluruh anggota gembira dan mulai hari ini Allahabad berganti nama menjadi Prayagaj,” papar Singh seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (17/10/2018).
Allahabad merupakan kampung halaman Perdana Menteri pertama India Jawaharlal Nehru. Berlokasi 650 kilometer sebelah tenggara India, nama Allahabad diberikan oleh Kerajaan Islam Mughal yang berkuasa di wilayah itu pada abad 16.
Baca: Kebencian terhadap Muslim Meningkat, Pria Muslim India Dibakar
Sementara nama baru Prayagaj terinspirasi dari nama pertemuan Sungai Gangga dan Yamuna, yang menjadi tempat festival besar umat Hindu India Kumbh Mela dilaksanakan setiap Januari.
Perubahan nama ini, dikecam kelompok oposisi. Juru bicara Partai Kongres Onkar Singh menyebut perubahan nama dianggapnya mengecilkan perjuangan warga Allahabad dalam mengusir penjajah Inggris.
“Kota itu adalah sumber inspirasi,” ucap Onkar Singh.
Dalam sejarah kemerdekaan India, Allahabad adalah kota tempat pertemuan para pemimpin pejuang kemerdekaan di akhir abad 19. Menurut Onkar Singh, Allahabad merupakan tempat pembentukan gerakan kemerdekaan India dari penjajah Inggris.
Perubahan nama Allahabad dilakukan di tengah kekhawatiran dan serbuan kritik terhadap Perdana Menteri Narendra Modi. Pemimpin partai beraliran nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP), dituding berupaya menghapuskan keberagaman dan identitas sejarah India.
Sejak Adityanath – pendeta Hindu yang dituduh menghasut kekerasan terhadap minoritas Muslim India – ditunjuk untuk memimpin UP tahun lalu, ia mengusulkan untuk mengganti beberapa nama bangunan era Kerajaan Mughal di negara bagian tersebut.
Sebagai catatan, Adityanath, adalah pendeta Hindu anti-Islam yang memuji larangan perjalanan ke Amerika Serikat bagi umat Muslim dan menyamakan bintang Bollywood Shah Rukh Khan dengan teroris, dipilih menjadi pemimpin Negara Bagian Uttar Pradesh, India
Tahun lalu, ia mengganti nama Stasiun Kereta Api Mughalsarai Junction setelah ideolog Hindu Denn Dayal Upadhyaya, dan mengusulkan untuk mengganti nama bandara di Bareilly, Kanpur dan Agra dengan nama Hindu.
1,3 miliar penduduk India adalah sekitar 80 persen Hindu dan 14 persen Muslim, sisanya terdiri dari orang Kristen, Sikh dan minoritas lainnya.
Sejak Bharatiya Janata (partai politik yang menaungi Narendra Modi), memenangkan kendali atas UP pada Maret tahun lalu, menghasilkan mayoritas terbesar di negara bagian itu sejak 1977.
Secara resmi negara ini adalah negara sekuler, tetapi BJP selama bertahun-tahun telah memperebutkan pemilihan umum dengan platform nasionalis Hindu, dengan anggota partai di masa lalu dituduh membuat pernyataan anti-Muslim untuk mempolarisasi pemilih Hindu.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Adityanath dipilih untuk memperkokoh dukungan Modi di Uttar Pradesh dalam Pemilu 2019 mendatang.*