Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Norwegia Minta Maaf Kepada Para Wanita Kekasih Tentara Jerman Era PD II

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2018 20:11 8:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2018 20:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Norwegia meminta maaf kepada para wanita dan keturunan mereka yang mengalami perlakuan buruk setelah Perang Dunia Kedua karena menjalin kasih atau memiliki anak dengan tentara pendudukan Jerman. Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengatakan bahwa perlakuan buruk atas para wanita yang dijuluki “gadis Jerman” tersebut sungguh “memalukan.”

Solberg mengatakan diperkirakan 50.000 wanita Norwegia dijuluki “gadis Jerman” karena diduga memiliki hubungan intim dengan pasukan Nazi Jerman, yang mana “label buruk itu melekat pada diri mereka seumur hidupnya.”

Tujuh dekade kemudian, kebanyakan dari mereka sudah wafat. Setelah pembebasan Norwegia pada tahun 1945, “gadis-gadis Jerman” itu mendapatkan perlakuan buruk, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), penahanan oleh pihak berwajib, bahkan pengusiran dan pencabutan status warga negara.

“Bagi kebanyakan para wanita itu, ini hanyalah masalah percintaan remaja, bagi sebagian lain, itu merupakan cinta sejati mereka,” kata Solberg, hari Rabu (17/10/2018) seperti dilansir DW, seraya menegaskan bahwa perlakuan buruk terhadap para wanita itu melanggar prinsip dan tidak seorang pun warga Norwegia boleh dihukum di luar sistem pengadilan.

Permintaan maaf yang diutarakan PM Solberg itu bertepatan dengan peringatan ke-70 tahun Deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Norwegia yang bersikap netral di era Perang Dunia II, diduduki sejak April 1940 oleh lebih dari 300.000 tentara Nazi Jerman.

Pimpinan SS (tentara Nazi) Heinrich Himmler mendorong para prajuritnya agar beranak-pinak dengan wanita-wanita lokal. Kebijakan itu merupakan bagian dari agenda supremasi kulit putih yang diusung Nazi, yang juga menjadi dasar pedirian pusat reproduksi “Lebensborn” di Norwegia pada 1941.

Pada tahun 2000, negara Norwegia secara formal mengajukan permohonan maaf kepada sekitar 10.000 sampai 12.000 anak yang juga mengalami perlakuan buruk disebabkan ibu mereka menjalin hubungan dengan serdadu Jerman.

Banyak dari anak-anak itu yang kemudian dititipkan di keluarga asuh atau institusi-institusi khusus dan kemudian berusaha mencari keadilan dan kompensasi.

Reifar Gabler, putra seorang wanita Norwegia yang diusir pada tahun 1945 bersama suaminya yang orang Jerman, mengatakan kepada koran terkemuka Aftenposten bahwa permohonan maaf yang disampaikan oleh PM Solberg itu terlambat. Namun demikian, menurut Gabler permintaan maaf itu “penting bagi sejarah.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengeboman Material Disinfektan di Wilayah Likuifaksi Sulteng
Tulisan selanjutnya Skotlandia Akui Ada Kasus Sapi Gila di Wilayahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?