Hidayatullah.com—Sebanyak sebelas orang tewas dan enam lainnya terluka ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah sekelompok orang Yahudi yang memegang upacara pemberian nama bayi di sebuah sinagog di Pittsburgh, Pennsylvania.
Penyerang itu, yang dikonfirmasi polisi sebagai penduduk lokal, Robert Bowers (46) dilaporkan berulang kali meneriakkan jeritan “Semua Yahudi harus mati” saat menyerbu masuk rumah ibadat Tree of Life ketika banyak pengikut agama itu sedang mengikuti upacara keagamaan Sabbath.
Peristiwa itu disebut sebagai serangan anti-semitisme paling mematikan dalam sejarah Amerika.
Pelaku segera ditahan usai baku tembak dengan polisi. Bowers akan menghadapi tuntutan atas perbuatan kejahatan karena kebencian dan lainnya, yang bisa membawa dia menghadapi hukuman mati.
Baca: Bawa Cadangan Peluru Wanita Amerika Bunuh 3 Orang di Maryland
Seorang saksi bernama Stephen Weiss mengaku mendengar pilihan tembakan yang berasal dari lobi depan sinagoge.
“Sedang ada ibadah saat kami mendengar suara keras. Saya tahu itu suara tembakan,” katanya dikutip AFP.
“Ini dia, syok dan tak percaya. Kami hanya dua blok jauhnya dan sepanjang pagi kami telah mendengar mobil polisi dan helikopter, ”kata Sara Stock Mayo, penduduk Squirrel Hill yang akrab dengan orang-orang yang menghadiri sinagog Tree of Life dikutip Time of Israel.
Presiden AS Donald Trump menggambarkan serangan itu sebagai pembantaian, mengacu pada peningkatan kebencian di Amerika sementara putrinya Ivanka, yang telah memeluk Yudaisme, menganggap insiden itu sebagai tidak bermoral.
“Seharusnya tidak ada kompromi untuk anti-Semitisme,” kata Trump pada pertemuan di Indianapolis.
“Pembantaian ini sangat jahat dan tidak bisa dipercaya. Pikiran kita tidak akan dapat memahami bagaimana kebencian dan balas dendam yang brutal dapat membuat seseorang melakukan kekerasan yang mengerikan selama upacara pemberian nama bayi, “katanya.
Direktur Keamanan Publik Pittsburgh pada konferensi media mengatakan 11 orang tewas dan enam luka-luka, tidak termasuk penyerang. Semua korban dikonfirmasi sebagai individu dewasa.
Pihak berwenang yang menyelidiki insiden itu sebagai kejahatan kebencian kebencian mengatakan Bower menggunakan senapan dan setidaknya tiga pistol untuk menyerang.
Hissrich sebelumnya menggambarkan lokasi kejadian itu sebagai menakutkan.
“Dia adalah salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat. Saya berada di lokasi kecelakaan. Ini buruk, “katanya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. “Kami bersama dengan rakyat Amerika dalam menghadapi serangan brutal anti-Semit,” ucapnya.
Sinagoge Tree of Life didirikan pada lebih dari 150 tahun lalu, yang terletak di lingkungan Squirrel Hill. Lokasi itu secara historis merupakan jantung kehidupan warga Yahudi di Pitssburgh. Menurut catatan, sekitar empat puluh persen dari 15.000 penduduk Squirrel Hill adalah orang Yahudi.*