Hidayatullah.com–Gubernur Dar Es Salaam mengumumkan pembentukan satuan tugas yang didedikasikan khusus memburu pelaku homoseksual di dunia maya.
Dilansir BBC Rabu (31/10/2018), kepada para jurnalis Gubernur Dar Es Salaam Paul Makonda mengatakan bahwa pelaksanaan kerja satgas itu dimulai pekan depan.
Tim tersebut akan memantau media sosial guna melacak dan menangkap orang-orang pelaku hubungan seksual sesama jenis, imbuhnya.
Praktik homoseksual merupakan tindakan ilegal di Tanzania. Sikap keras terhadap kaum menyimpang itu semakin tegas sejak Presiden John Magufuli terpilih pada 2015. Akibatnya banyak gay, lesbian dan transgender yang menyembunyikan kecenderungan seksual mereka.
Makonda, pendukung kuat Presiden Magufuli, mengaku tidak akan kaget menghadapi kecaman internasional. Dia bahkan menambahkan, “Saya lebih memilih mendapatkan kemarahan dari negara-negara itu dibanding mendapat kemarahan Tuhan.”
“Berikan nama-nama mereka,” tantang Makonda seperti dikutip AFP. “Tim ad hoc saya akan mulai menjangkau mereka Senin depan.”
Menurut Makonda, tim beranggotakan 17 orang itu terdiri dari pegawai pemerintah dari Otoritas Komunikasi Tanzania, kepolisian dan praktisi komunikasi.
Dia juga memperingatkan agar masyarakat menghapus foto-foto bugil di ponsel-ponsel mereka dan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap pornografi.
Sementara itu, klinik-klinik perawatan HIV dipaksa tutup karena dianggap justru menyuburkan praktik homoseksual di kalangan warga.
Tanzania merupakan negara yang terletak di bagian timur Benua Afrika. Beribukota (de jure) di Dodoma, Dar Es Salaam merupakan kota terbesar di Tanzania dan pusat kegiatan ekonomi negara itu. Penduduk Tanzania berdasarkan data tahun 2010 sekitar setengahnya (55%) menganut Islam, dan penganut Kristen sekitar 41%. Sisanya adalah penganut berbagai macam kepercayaan lokal dan mengaku tidak beragama.*