Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Akan Lawan Sanksi AS, Namun Tetap Membuka Perundingan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 November 2018 07:58 7:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 November 2018 07:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam pernyataan terbarunya terkait pemberlakuan kembali sanksi AS, Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikannya dengan nada menantang. Namun dia membuka pintu untuk perundingan di masa mendatang dengan Amerika Serikat meskipun fakta bahwa proses semacam itu hanya akan terjadi jauh di masa depan.

“Kali ini kami akan dengan bangga melanggar sanksi karena mereka adalah bentuk penindasan,” kata Rouhani dikutip al- Monitor dalam rapat dengan pejabat Kementrian Hubungan Keuangan dan Finansial.

Rouhani menambahkan bahwa ronde baru sanksi ini “bertentangan dengan hukum, perjanjian dan Resolusi PBB.”

Kesepakatan nuklir Iran antara Iran dan lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB plus Jerman didukung oleh Resolusi Nomer 2231 Dewan Keamanan PBB. Meskipun begitu,

Baca: Banyak Menteri Kabinet Iran Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Dalam pemilu AS 2016, Donald Trump bersumpah untuk keluar dari kesepakatan nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Sementara pemerintahan Trump telah menyatakan pihaknya berencana untuk memotong ekspor minyak Iran hingga nol, sejauh ini negara adidaya itu telah memberikan pengecualian kepada delapan negara: China, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Turki. Rouhani menyebut pengecualian ini sebagai sebuah “kemenangan” dan “mundurnya” AS dari posisi awal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengajukan 12 tuntutan kepada Iran, mulai dari kesepakatan nuklir hingga kebijakan regional dan domestiknya. Banyak dari persyaratan maksimalis ini pada dasarnya menuntut Iran merubah wajah kebijakan-kebijakannya selama 40 tahun terakhir.

Terkait kemungkinan bernegosiasi dengan Amerika Serikat, Rouhani mengatakan jika Amerika Serikat akan tetap berkomitmen pada persetujuan awalnya dalam kesepakatan nuklir, itu bisa menjadi dasar perundingan di masa depan. Rouhani mengatakan bahwa dalam pertemuan Majelis Umum PBB (UNGA) pada September, pemimpin dari empat negara berbeda menawarkannya untuk memediasi perundingan AS-Iran.

Rouhani mengatakan bahwa respon Iran kala itu ialah, “Kamu [Amerika Serikat] tepati janji Anda, dan kita akan duduk dan berbicara.”

Baca: Pengacara Trump Mengatakan Rezim Iran akan Segera Digulingkan

Dalam sebuah wawancara dengan USA Today, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga menyatakan bahwa Iran berkeinginan melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat selama negara Barat itu memenuhi kewajibannya dalam persyaratannya saat ini.

Sementara Iran berupaya melawan sanksi AS, di dalam negeri, pemerintahannya terus menghadapi rintangan dalam meloloskan undang-undang yang akan memudahkan transaksi bank dengan negara-negara asing.

Dewan Wali Iran menolak RUU yang merupakan satu dari empat RUU yang dirancang untuk memenuhi standar anggota Financial Action Task Force (FATF). Dewan Wali mengklaim bahwa pihaknya menemukan “kelemahan dan ambiguitas” dalam memerangi terorisme dan kejahatan finansial. Pengkritik RUU mengklaim itu akan membocorkan informasi keuangan yang sensitif ke negara-negara musuh. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatASekonomiHassan RouhaniiranJCPOAJoint Comprehensive Plan of ActionPBBSanksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Afsel Disarankan Diberi Fasilitas ‘Ponsel Bodoh’ Saja
Tulisan selanjutnya Pemukim Yahudi ‘Israel’ Buang Air Selokan ke Sekolah Palestina di Tepi Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?