Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Transportasi Jerman Menanti Kehadiran Uber Dkk

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2018 06:00 6:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2018 06:00
Bagikan
Demonstran menendang sebuah mobil, yang dicurigai sebagai taksi pribadi,.selama pemogokan supir taksi 24 jam di Madrid, Spanyol 11 Juni 2014. Sopir taksi memprotes persaingan yang tidak diatur dari perusahaan swasta, khususnya, Uber
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Transportasi Jerman Andreas Scheuer ingin membuka pasar Jerman bagi kehadiran layanan taksi online seperti Uber dan sejenisnya pada tahun 2021.

Dilansir Euronews, Dalam wawancara yang dimuat majalah Focus hari Sabtu (17/11/2018), Scheuer mengatakan bahwa taksi online dapat memberikan layanan yang diperlukan bagi daerah pedesaan, dan dia ingin mengubah peraturan yang sekarang berlaku seingga perusahaan semacam Uber dapat beroperasi di Jerman.

“Kita dapat menciptakan peluang-peluang baru, khususnya di daerah pedesaan untuk kaum manula, dengan layanan taksi online,” kata Scheuer, politisi anggota partai konservatif di negara bagian Bavaria. “Itu merupakan peluang yang sangat besar.”

Peraturan saat ini melarang sopir menerima kontrak langsung dari individu-individu. Hak itu hanya diberikan kepada sopir taksi berizin yang lisensinya dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah negara bagian.

“Saya menentang aneka larangan dan pembatasan. Saya lebih menyukai insentif,” kata Scheuer kepada majalah Focus. “Kita tidak dapat mengecualikan satu perusahaan penyedia jasa.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Data 57 Juta Pelanggan dan Pengemudinya Diretas, Uber Bayar Pelaku agar Tutup Mulut

Uber Kehilangan Izin Beroperasi di London 

Pada saat yang sama, kata Scheuer, pastinya taksi konvensional akan terpengaruh, dan kepentingan mereka juga akan dipertimbangkan.

Jerman merupakan pasar yang sulit bagi Uber, karena ketatnya peraturan. Aplikasi Uber di Jerman saat ini memungkinkan pengguna memesan taksi berlisensi di wilayah Berlin dan Munich. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berharap dapat hadir di kota-kota besar Jerman lainnya pada tahun 2020.

Uber beroperasi di sejumlah negara di Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan tidak selalu sama, menyesuaikan dengan regulasi setempat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermanperaturantransportasiuber
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hapus Tato Digelar di Balikpapan
Tulisan selanjutnya Setahun Berlalu, Kapal Selam Argentina yang Hilang Bersama 44 Krunya Ditemukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?