Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dukung Penjajah, Presiden Amerika: “Anda Tak Perlu jadi Yahudi untuk Menjadi Zionis”

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Juli 2022 15:50 3:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juli 2022 15:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika kembali memberikan dukunganya kepada ‘Israe, hal ini disampaikan Presiden AS Joe Biden mendarat di Bandara Ben Gurion ‘Israel’ pada hari Rabu di awal tur Timur Tengahnya. Biden disambut di bandara oleh Perdana Menteri ‘Israel’ Yair Lapid, wakilnya Naftali Bennett dan Presiden Isaac Herzog, menurut surat kabar The Times of Israel.

“Anda tidak perlu menjadi seorang Yahudi untuk menjadi Zionis,” kata Biden setibanya di sana, mengulangi komentar masa lalu yang dia buat tentang ‘Israel’. “Ini adalah kunjungan kesepuluh saya, dan setiap kesempatan yang saya miliki untuk kembali ke tanah kuno ini adalah berkah karena hubungan antara rakyat Amerika dan ‘Israel’ sangat dalam,” kata Biden. “Hubungan antara orang-orang ‘Israel’ dan orang-orang Amerika sangat dalam, dan dari generasi ke generasi hubungan itu tumbuh saat kita saling berinvestasi dan bermimpi bersama,” katanya.

Lapid, pada bagiannya, menggambarkan kunjungan Biden sebagai bersejarah karena “itu mengungkapkan ikatan yang tidak dapat dipecahkan antara kedua negara kita.”

Perdana Menteri ‘Israel’ menyebut Biden “salah satu teman terbaik yang pernah dikenal ‘Israel’,” dan merujuk pada presiden AS yang menyebut dirinya seorang Zionis di masa lalu. Biden akan mengunjungi Tepi Barat sebagai bagian dari turnya di mana ia akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Ini adalah kunjungan ke-10 Biden ke negara itu. Yang pertama adalah pada tahun 1973, ketika dia menjadi senator AS periode pertama dari Delaware.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Biden akan menghabiskan dua hari di Yerusalem untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin ‘Israel’, termasuk Lapid dan mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sebelum bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas pada hari Jumat di Tepi Barat yang diduduki.

Presiden AS dijadwalkan terbang langsung dari ‘Israel’ ke Arab Saudi pada hari Jumat untuk berpartisipasi dalam KTT regional Arab di kota Jeddah dengan partisipasi para pemimpin Arab dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, Yordania dan Mesir.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelJoe BidenPresiden Amerika SerikatPresiden AS mendukung Israelyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya umar bin Khattab Nilai Tukar Euro Turun Di Bawah Dolar AS
Tulisan selanjutnya Istana Bantah Arahan Jokowi Batalkan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyah Bersifat Politis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?