Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Irlandia Prihatin dengan Situasi di Myanmar

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 November 2018 21:28 9:28 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 November 2018 21:28
Bagikan
Kondisi Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar: Bertahan dari hujan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi di Myanmar dan penderitaan para pengungsi di sana.

Dalam jawabannya untuk sebuah pertanyaan di parlemen dari politisi Maureen O’Sullivan tentang bagaimana kekhawatiran soal pemulangan yang aman dari Rohingya ke Myanmar dapat diatasi, Coveney mengatakan sejak tentara Myanmar meluncurkan operasi keamanan di negara bagian Rakhine pada Agustus tahun lalu, sekitar 720.000 pengungsi, kebanyakan Rohingya, mengungsi ke Bangladesh.

“Warga dan pemerintah Bangladesh telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa dalam menerima gelombang besar pengungsi dalam keadaan yang sangat sulit,” katanya dikutip Anadolu Agency.

Dia mengatakan bahwa dirinya prihatin dengan situasi yang sedang berlangsung di Myanmar dan nasib para pengungsi yang hidup dalam kondisi yang sangat genting di kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak.

Coveney menekankan bahwa penandatanganan nota kesepahaman antara Myanmar dan Bangladesh serta antara Myanmar, Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) tentang pemulangan Rohingya telah menjadi langkah awal yang penting untuk upaya pemulangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Laporan Terbaru: Militer Myanmar Bunuh 24 Ribu Etnis Rohingya

Namun dia mencatat bahwa kondisi saat ini di Myanmar tidak kondusif untuk memungkinkan pemulangan Rohingya secara sukarela, aman, bermartabat dan berkelanjutan.

“Terkait hal itu, saya prihatin dengan rencana antara Myanmar dan Bangladesh untuk memulai pemulangan 5000 pengungsi dalam waktu dekat. Saya ingat kekhawatiran yang diungkapkan oleh UNHCR yang berada di lapangan dan fakta bahwa badan-badan PBB belum diikutsertakan dalam diskusi ini. Saya juga mendapat laporan bahwa banyak pengungsi yang tidak bersedia dipulangkan, mengingat kondisi di Rakhine,” ungkap Coveney.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada Myanmar dan Bangladesh untuk mempertimbangkan kembali pengaturan ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan kondisi yang aman sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait pemulangan,” tegasnya.

Coveney juga meminta para pihak terkait untuk melakukan dialog lebih lanjut dengan mitra internasional sementara juga memberikan kesempatan kepada komunitas pengungsi untuk memainkan peran kunci dalam menentukan masa depan mereka.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, menurut laporan OIDA yang berjudul ‘Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira’.

Baca: Berjuang dan Melawan! Pilihan Terakhir Pria Rohingya 

Sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar sementara 113.000 lainnya dirusak.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan — termasuk bayi dan anak kecil — pemukulan brutal, dan penculikan yang dilakukan oleh personil keamanan.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshgenosidaIrlandiamyanmarpembantaianPengungsi RohingyaRakhinerepatriasiRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri ‘Israel’: Rencana ‘Perdamaian’ Trump Buang-buang Waktu
Tulisan selanjutnya Komitmen PKS terkait Kebijakan Tak Bebani Rakyat Kecil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?